Rencana Pembangunan Pabrik Metanol Jadi Prioritas Pemerintah Pasca Peluncuran B50

13 hours ago 9

Rencana pembangunan pabrik metanol RI di Jawa Timur dan Kalimantan Timur tampaknya bukan isapan jempol belaka. Pemerintah menegaskan wacana pembangunan pabrik ini merupakan salah satu rencana strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Ini turut jadi bagian dari upaya memperkuat industri, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus meningkatkan nilai komoditas lewat hilirisasi.

Baca Juga: Multi Medika Bangun Pabrik Popok di Tangerang saat Industri Dilanda PHK

Program pembangunan pabrik muncul sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan metanol nasional. Tepatnya setelah pemerintah mulai menerapkan program biodiesel B50. Dalam implementasinya, metanol menjadi salah satu bahan penting saat proses produksi biodiesel. Akibatnya kebutuhan dalam negeri meningkat hingga mencapai sekitar 2,5 juta ton per tahun.

Melihat besarnya kebutuhan tersebut, pemerintah RI memilih mempercepat pembangunan industri metanol di dalam negeri. Tujuannya agar pasokan dapat terpenuhi secara mandiri. Langkah tersebut juga sejalan dengan kebijakan hilirisasi yang selama ini terus Presiden Prabowo galakkan. Harapannya peningkatan nilai sumber daya alam secara optimal sebelum masuk pabrik maupun pasar global.

Dua wilayah terpilih sebagai lokasi pengembangan industri tersebut, yakni Bojonegoro, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur. Pemilihan kedua daerah ini mengacu pada ketersediaan sumber bahan baku yang dapat tim olah menjadi metanol. Namun, nantinya melalui teknologi yang berbeda.

Pembangunan di Bojonegoro Berlangsung Lebih Dahulu

Pemerintah menargetkan rencana pembangunan pabrik metanol di Bojonegoro segera memasuki tahap awal melalui groundbreaking. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut target tersebut siap berlangsung dalam waktu dekat. Sehingga percepatan pembangunan industri pendukung program B50 dapat berjalan maksimal.

Baca Juga: West Java Investment Summit Berhasil Gaet Investasi

Di Bojonegoro, produksi metanol akan memanfaatkan gas alam melalui proses steam reforming. Melalui teknologi steam reforming, gas alam akan tim olah menjadi hidrogen dan karbon monoksida. Baru setelah itu melewati proses lebih lanjut menjadi metanol. Berkat sumber daya gas domestik, pemerintah berharap ketergantungan terhadap bahan baku impor dapat berkurang. Sekaligus memperkuat industri petrokimia nasional.

Kalimantan Timur Menyusul dengan Pemanfaatan Batu Bara

Setelah proyek di Bojonegoro berjalan, pembangunan fasilitas produksi metanol juga akan berkembang di Kalimantan Timur. Berbeda dengan Bojonegoro yang menggunakan gas alam, proyek di wilayah ini memanfaatkan batu bara kalori rendah. Melalui teknologi gasifikasi, batu bara akan menjadi gas sintetis atau syngas. Baru selanjutnya menjadi metanol.

Metode ini merupakan bagian dari strategi hilirisasi batu bara agar komoditas tersebut memiliki nilai tambah lebih tinggi. Sehingga untungnya akan kian optimal daripada hanya terjual sebagai bahan mentah. Pengembangan industri berbasis gasifikasi juga diharapkan membuka peluang investasi baru.

Target Pemerintah Mewujudkan Kemandirian Energi

Pembangunan pabrik metanol tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan program B50. Lebih dari itu, ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Bahkan, pemerintah sudah menargetkan peningkatan efisiensi sektor energi melalui optimalisasi produksi bahan bakar di dalam negeri.

Baca Juga: Prospek Bisnis Paling Menjanjikan, Hasil Menguntungkan

Nantinya, setelah rencana pembangunan pabrik metanol selesai, langkah berikutnya mengarah ke pengembangan avtur. Apabila seluruh rencana tersebut berjalan sesuai target, pembangunan pabrik metanol hingga avtur siap memberikan manfaat besar. Tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia dalam jangka panjang. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |