harapanrakyat.com,- Pemkot Bandung bersama jajaran kepolisian tengah mengkaji rencana pembatasan operasional kendaraan bertonase berat di kawasan Dago Bengkok, Jalan Ir. H Djuanda yang terdampak longsor sebulan lalu.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pihaknya bersama Polda Jawa Barat dan Polrestabes Bandung merumuskan rencana pembatasan operasional kendaraan bertonase berat di kawasan tersebut.
Farhan menyebut, Pemkot Bandung melibatkan Polda Jawa Barat karena Dago Bengkok menjadi titik transisi yang menghubungkan wilayah Kabupaten Bandung dengan Kota Bandung.
Baca Juga: Pemkot Bandung Siapkan Infrastruktur Sebelum Terima Mesin Pengolah Sampah dari Pemprov Jawa Barat
“Kami bersama Dishub, Polda Jawa Barat, dan Polrestabes Bandung sedang mengkaji rencana pembatasan kendaraan berat. Keterlibatan Polda Jawa Barat karena kawasan itu jadi lokasi transisi antara kabupaten dan Kota Bandung,” kata Farhan, Senin (13/7/2026).
Upaya Perbaikan Jalur Longsor Dago Bengkok
Farhan pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait durasi penanganan dampak longsor yang berlangsung lama. Insiden longsor terjadi pada 11 Juni 2026 dan sudah satu bulan proses perbaikan konstruksi penahanan tebing.
“Itu terjadi pada 11 Juni, jadi sudah satu bulan sampai 13 Juli 2026 ini. Jadi saya mohon maaf karena lama,” ujarnya.
Baca Juga: Proyek PLTA Upper Cisokan KBB Longsor, PLN Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Farhan menuturkan, tim teknis menerapkan metode injeksi atau penyuntikan beberapa kolom beton penyangga ke titik longsoran untuk memperkuat dinding penahan tanah di bagian bawah tebing.
Sementara itu, berdasarkan hasil audit konstruksi bangunan di seberang lokasi longsor, yakni kawasan The Maj. Tim ahli memastikan strukturnya berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan aman.
“Penguatannya melalui menyuntikkan beberapa kolom ke lokasi longsoran. Sudah kami audit konstruksi bangunan sebrangnya, hasil kuat,” tuturnya.
Baca Juga: Pasca Longsor, Jalur Provinsi di Garut Mulai Bisa Dilalui Kendaraan
Pemkot Bandung berharap rekayasa teknik penyuntikan kolom beton ini mampu mengembalikan fungsi jalan secara optimal dan mencegah terjadinya longsor susulan.
Evaluasi terhadap volume kendaraan berat yang melintas akan terus dilakukan secara berkala, selaras dengan perkembangan kekuatan fisik jalan di area Dago Bengkok. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

15 hours ago
11

















































