Masalah sembelit pada lansia merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami. Kondisi ini ditandai adanya frekuensi BAB (buang air besar) berkurang, tinja keras, dan rasa tak tuntas walaupun sudah selesai BAB. Walaupun bukan masalah serius, sembelit jangan dianggap sepele. Segera cari penyebab dan cara mengatasi masalah sesegera mungkin.
Baca Juga: Penyebab Sering Buang Air Besar Tengah Malam dan Diare
Adapun faktor pemicu sembelit meliputi:
1. Perlambatan Kerja Usus Akibat Penambahan Usia
Proses penuaan alami pada lansia memang jadi pemicu utama penurunan fungsi otot-otot saluran cerna usus. Gerakan peristaltik, yaitu kontraksi mendorong tinja keluar menjadi lambat. Akibatnya, kotoran berada lebih lama di usus besar dan menjadi lebih keras sebab penyerapan air yang berlebihan.
2. Penurunan Aktivitas Fisik
Banyak lansia sering mengalami penurunan aktivitas akibat keterbatasan fisik, nyeri sendi, dan penyakit tertentu. Padahal, setiap aktivitas fisik berperan penting merangsang kerja usus. Jika kekurangan merger, berpotensi memperlambat sistem pencernaan sehingga jadi pemicu masalah sembelit.
3. Perubahan Pola Makan dan Cairan
Asupan serat rendah dan kurang konsumsi cairan menjadi penyebab umum sembelit pada orang tua. Beberapa lansia cenderung memilih mengurangi makan, sebab nafsu makan turun, sulit mengunyah, dan pantangan beberapa makanan. Jika asupan serat dan cairan berkurang, otomatis tinja berubah menjadi keras dan sulit keluar.
Baca Juga: Makanan Penyebab BAB Berdarah, Perlu Anda Kurangi
4. Penurunan Sensitivitas Rektum
Seiring bertambahnya usia, sensitivitas rektum pada rangsangan kotoran menurun. Hal ini membuat lansia tidak bisa merasakan dorongan buang air besar walaupun tinja sudah berada di rektum, sehingga menjadi tertunda dan menumpuk.
5. Kebiasaan Menahan BAB
Beberapa orang tua punya kebiasaan menahan buang air besar, baik karena tidak nyaman, keterbatasan mobilitas, hingga akses toilet kurang memadai yang memperburuk masalah sembelit. Jika hal ini terjadi secara berulang, otomatis refleks buang air besar menjadi melemah dan membuat sembelit makin sulit teratasi.
Pengobatan
Penanganan sembelit yang lansia alami umumnya lebih berfokus ke perubahan gaya hidup, diet, dan penggunaan obat-obatan. Pendekatan ini tentu harus menyesuaikan dengan kondisi kesehatan individu.
- Perubahan Diet dan Gaya Hidup: Meningkatkan asupan serat bertahap, bisa lewat buah-buahan, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan. Konsumsi cairan paling tidak 8 gelas air per hari. Hal ini sangat penting untuk melunakkan tinja dengan mengimbangi aktivitas fisik ringan.
- Latihan Buang Air Besar: Usahakan buang air besar di waktu yang sama setiap harinya. Biasanya setelah makan, sebab sangat membantu melatih usus untuk mempunyai pola BAB teratur.
- Penggunaan Pencahar: Jika perubahan gaya hidup kurang memadai, dokter merekomendasikan pemberian pencahar. Tidak asal memberikan, jenis pencaharnya untuk pembentuk massa (psyllium), osmotik (polietilen glikol), atau pelunak tinja (docusate). Sedangkan untuk mengatasi sembelit ringan dengan bantuan cepat, penggunaan pencahar Microlax bisa jadi pilihan tepat.
Baca Juga: Cara Melancarkan Buang Air Besar Tanpa Obat, Coba Ini!
Masalah sembelit pada lansia merupakan gangguan umum yang bisa teratasi lewat kombinasi perubahan gaya hidup dan penanganan medis secara tepat. Sangat penting mengidentifikasi penyebab dan menerapkan strategi penanganan yang tepat. Namun, jika dirasa kurang membantu, segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis secara akurat dan rencana penanganan optimal pada masalah sembelit pada lansia. (R10/HR-Online)

13 hours ago
9

















































