PSEL Batu Sumur Rp 1 Triliun Dibangun Oktober, Bupati Tasikmalaya Klaim Bebas Asap Kotor

4 hours ago 2

​harapanrakyat.com,- Proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dipastikan segera terealisasi. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menetapkan Desa Batu Sumur, Kecamatan Manonjaya, sebagai lokasi proyek PSEL bernilai investasi Rp1 triliun tersebut. Rencananya PSEL tersebut akan groundbreaking (peletakan batu pertama) pada Oktober mendatang.

​Kepastian itu disampaikan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, saat menjadi narasumber dalam Kuliah Umum di Universitas Siliwangi (Unsil), Selasa (11/8/2026). Di hadapan mahasiswa dan civitas akademika, Cecep menegaskan komitmennya untuk mengubah persoalan sampah di Tasikmalaya menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis.

​”Saya menganggap hari ini sampah jangan jadi masalah, sampah harus jadi berkah. Salah satu caranya adalah dengan menyentuh sektor ini menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Cecep.

Baca Juga: Asrama Pesantren Nurul Huda Tasikmalaya Terbakar, Seorang Santri Terluka saat Menyelamatkan Diri

​Dampak Lingkungan PSEL Batu Sumur Tasikmalaya

​Dalam sesi diskusi, seorang peserta kuliah umum mempertanyakan kesiapan kajian lingkungan. Khususnya potensi bahaya emisi dioksin serta limbah fly ash (abu terbang) dan bottom ash (abu dasar) dari proses pembakaran di PSEL tersebut.

​Menanggapi hal itu, Cecep menjamin bahwa teknologi PSEL yang akan diterapkan telah memenuhi standar keamanan lingkungan. Menurutnya, skema pembakaran pada PSEL ini dirancang sedemikian rupa agar tidak menimbulkan pencemaran udara.

​”Setelah dijelaskan kemarin oleh Kemendagri dan dari pihak investor, dipastikan tidak ada asap kotor yang keluar. Kandungan seperti dioksida dan lainnya sudah diantisipasi teknologinya,” terang Cecep.

​Ia menambahkan, proses pembakaran sampah tersebut akan menghasilkan panas yang dikonversi menjadi energi listrik. Pasokan listrik yang dihasilkan akan disalurkan langsung ke jaringan SUTET milik PLN.

​”Pendapatannya selama 20 tahun akan dikelola oleh investor. Setelah masa kontrak 20 tahun selesai, pengelolaan PSEL sepenuhnya baru diserahkan kembali ke Pemda,” jelasnya.

Baca Juga: Kronologi Ibu-ibu Ngamuk di SPBU Cipatujah Tasikmalaya yang Viral di Medsos

​Pilah Sampah Berbasis Perilaku Masyarakat

​Meski teknologi PSEL disiapkan dalam skala besar, Cecep menegaskan keberhasilan proyek ini tetap bergantung pada pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Sistem pengelolaan sampah ke depan akan mewajibkan pemisahan antara sampah organik dan anorganik dari sumbernya.

Menurut Cecep, skenario yang disiapkan Pemkab Tasikmalaya untuk s​ampah organik dialokasikan sebagai pakan ternak atau ikan, atau ditimbun di tanah sebagai pupuk kompostik. Sementara sampah anorganik dikumpulkan dalam kantong atau karung khusus, kemudian diangkut bertahap mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga ditarik oleh petugas UPTD Sampah menuju fasilitas PSEL.

Baca Juga: Mobil Bak Terperosok ke Jurang 15 Meter di Tamansari Tasikmalaya, Sopir Sempat Terjepit

Terakhir Cecep menyampaikan bahwa ​rencana groundbreaking pada Oktober mendatang diharapkan menjadi titik balik pengelolaan sampah modern di Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus mendorong kemandirian energi berbasis pengolahan limbah di daerah. (Rafi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |