Dedi Mulyadi Sebut Akselerasi Infrastruktur dan Investasi Jadi Upaya Tekan Pengangguran di Jawa Barat

5 hours ago 2

harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi merespons sorotan publik mengenai tingginya angka pengangguran di tengah masifnya pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.

Ia menyebut, akselerasi pembangunan jalan dan fasilitas publik justru menjadi stimulus utama dalam menyerap tenaga kerja. Bahkan menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Pembangunan infrastruktur itu mengurangi pengangguran. Krena ada orang yang bekerja mulai dari kuli, sopir, hingga arsitek ketika ada jalan bagus, pembelian material. Kemudian roda perekonomian berputar, karena ada pembelian material di toko bangunan,” kata Dedi, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: UKT Mahal, KDM Usul Orang Tua Bergaji di Bawah Rp10 Juta Tetap Bisa Dapat KIP 

Ia berujar, pembangunan infrastruktur jalan, konektivitas listrik, jaringan telekomunikasi, serta pipa gas yang memadai juga menjadi fondasi utama dalam menarik daya pikat investasi baru ke Jawa Barat.

Kehadiran investasi nantinya akan beriringan dengan serapan pegawai, sehingga Pemprov Jawa Barat harus menyiapkan tenaga kerja yang terampil.

Dedi tidak ingin serapan tenaga kerja dari investasi baru ini hanya berdasarkan keberpihakan pada lingkungan di sekitar pabrik. Sebaliknya Dedi menginginkan tenaga kerja yang diterima di pabrik tersebut memang berkualitas.

“Kami harus memastikan warga lokal disiapkan menjadi tenaga kerja terampil melalui pendidikan yang adaptif dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Soal Pengangguran di Jawa Barat, Dedi Mulyadi Akui Tantangan di Sektor Ketenagakerjaan

Meski begitu, Dedi mengakui adanya tantangan besar di sektor ketenagakerjaan, seperti perpindahan industri padat karya ke wilayah lain akibat perbedaan tingkat Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga keberlangsungan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.

“Itu kan problem, sehingga harus kami membentuk keseimbangan agar industri padat karya berkembang dan buruh sejahtera,” ucapnya.

Saat ini Pemprov Jawa Barat sedang berupaya mewujudkan pendidikan gratis bagi hingga jenjang perguruan tinggi, penyediaan air bersih murah, subsidi energi, serta penyediaan moda transportasi publik yang terjangkau.

Hal ini untuk menjaga kesejahteraan buruh tanpa membebankan industri padat karya secara berlebihan agar berpindah-pindah.

“Yang jadi masalah kan peningkatan pengeluaran tidak sebanding dengan naiknya pendapatan. Itu pekerja rumah yang harus terselesaikan demi kepentingan semua pihak,” tuturnya.

Di sisi lain, Dedi menyoroti pergeseran minat tenaga kerja lokal yang berdampak pada kelangkaan pekerja di sektor-sektor manufaktur dasar maupun pertanian. 

Dedi berkomitmen memangkas jurang ketimpangan pendapatan agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Buka Data BPS, Buka-Bukaan Soal Kemiskinan Hingga IPM Jawa Barat

Melalui sinergi antara kesiapan tenaga kerja terampil dan penataan regulasi industri, Pemprov Jawa Barat optimistis iklim investasi daerah tetap tumbuh positif tanpa mengesampingkan hak-hak pekerja. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |