Produksi Telur Kian Meningkat, Ini Cara Kelola Pakan Ayam Petelur Agar Hasil Konsisten

5 hours ago 10

Industri peternakan dan pengelolaan pakan ayam petelur menunjukkan pertumbuhan yang semakin kuat. Dalam satu dekade terakhir, produksi telur di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan produksi telur ayam pada tahun 2025 mencapai 6,3 juta ton, menjadi angka tertinggi sepanjang periode pencatatan.

Baca Juga: Efek MBG, Harga Bibit Ayam Petelur di Garut Meroket

Sebelumnya, produksi telur nasional berada di angka 5,6 juta ton pada 2022. Angka tersebut kemudian naik dan bertahan stabil di level 6,1 juta ton pada 2023 hingga 2024. Tren positif ini memperlihatkan bahwa sektor peternakan ayam jenis petelur masih memiliki prospek yang sangat menjanjikan.

Namun di balik tingginya produksi, ada satu faktor utama yang menentukan keberhasilan peternak, yakni manajemen pakan ayam yang tepat. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena dapat berpengaruh pada produksi telur secara berkelanjutan.

Kualitas Pakan Ayam Petelur Menentukan Produktivitas

Dalam fase produksi, ayam jenis petelur membutuhkan nutrisi lengkap untuk mendukung pembentukan telur secara optimal. Ransum harus memiliki daya cerna tinggi, tidak mengandung racun, serta memiliki aroma dan warna yang menarik bagi ayam. Secara alami, ayam lebih menyukai pakan berbentuk butiran seperti crumble atau pellet karena lebih mudah dikonsumsi. Jika peternak menggunakan pakan berbentuk tepung atau mash sejak fase grower hingga layer, maka harus ada penanganan khusus agar konsumsi pakan tetap efisien.

Manajemen Tempat Pakan dan Air

Selain kualitas pakan, pengaturan tempat makan dan minum juga memegang peranan penting. Jumlah wadah pakan harus sesuai dengan populasi ayam dan tersebar merata agar tidak terjadi persaingan berlebihan. Ketinggian tempat pakan idealnya sejajar dengan punggung ayam. Pengisian juga sebaiknya maksimal tiga perempat kapasitas agar pakan tidak banyak terbuang.

Baca Juga: Cara Beternak Ayam Petelur Rendah Risiko Bagi Pemula

Sementara itu, air minum harus selalu tersedia. Konsumsi air yang rendah dapat menurunkan nafsu makan dan berdampak langsung pada produksi telur. Kebersihan wadah pakan ayam petelur juga wajib dijaga dengan pencucian minimal dua kali sehari dan desinfeksi berkala.

Jadwal Pemberian Pakan Harus Konsisten

Ayam petelur sangat sensitif terhadap perubahan pola manajemen. Karena itu, jadwal pemberian pakan harus dilakukan pada jam yang sama setiap hari. Pada fase grower dan layer, pemberian pakan idealnya 2-3 kali sehari, terutama saat suhu lingkungan nyaman. Pembagian porsi juga perlu diperhatikan, sekitar 30-40 persen di pagi hari dan 60-70 persen pada sore hingga malam. Strategi ini membantu ayam mendapatkan energi yang cukup untuk mendukung pembentukan telur pada malam hari.

Recording Jadi Senjata Peternak Modern

Peternak modern kini tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga data. Pencatatan konsumsi pakan, sisa ransum, hingga biaya operasional membantu mendeteksi masalah produksi lebih cepat. Melalui recording yang konsisten, peternak dapat mengevaluasi performa kandang, menekan pemborosan, dan menjaga produksi tetap optimal.

Baca Juga: Produksi Ayam Petelur BUMDes Mukti Rahayu Mulai Berjalan, Ekonomi Desa Kertamukti Pangandaran Diproyeksikan Naik

Meningkatnya produksi telur nasional hingga 6,3 juta ton menjadi bukti bahwa sektor ayam petelur dan pengelolaan pakan terus berkembang. Namun produktivitas tinggi tidak terjadi begitu saja. Kunci utamanya ada pada manajemen pakan ayam petelur yang tepat, mulai dari kualitas ransum, jadwal pemberian, ketersediaan air, hingga pencatatan produksi. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |