harapanrakyat.com,- Kasus viralnya mobil dinas plat merah Z 18 X milik Pemkot Banjar yang menabrak sebuah mobil pick-up di kawasan Cihaurbeuti, Ciamis, akhirnya menemui babak akhir. Sopian Abdurahman Maulana, sang pengemudi kendaraan dinas tersebut, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada pihak korban.
Langkah perdamaian ini dilakukan Sopian dengan menemui langsung Muhammad Sukron Hasan, sopir pick-up yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Selain kepada korban, Sopian juga menyampaikan penyesalannya di hadapan publik atas kegaduhan yang dipicu oleh tindakannya di jalan raya.
Baca juga: Kata Wali Kota Soal Viral Mobil Plat Merah Diduga Milik Pemkot Banjar Tabrak Mobil Warga
“Saya, Sofyan Abdurrahman Maulana, pengemudi kendaraan Z 18 X, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara Sukron dan masyarakat atas kekhilafan saya selama di perjalanan,” ucap Sofian dalam sebuah video klarifikasi yang beredar pada Jumat (15/5/2026). Ia juga berharap kejadian ini menjadi teguran keras bagi pribadinya agar lebih berhati-hati, terutama saat berkendara agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Kronologi Pengemudi Mobil Plat Merah Pemkot Banjar Tabrak Lari
Sebelumnya, jagat maya sempat dihebohkan dengan rekaman mobil pelat merah yang dituding ugal-ugalan hingga menghantam bagian belakang mobil pengangkut domba. Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari sekitar pukul 14.30 WIB di area lampu merah Cihaurbeuti, Ciamis.
Sukron Hasan menceritakan bahwa saat itu ia sedang dalam perjalanan pulang menuju Banjarsari setelah mengirim muatan dari Jakarta. Situasi mendadak berubah tegang ketika kendaraannya dihantam dari belakang tepat setelah melintasi jembatan di area marka putus-putus.
“Begitu saya berhenti karena lampu merah, terdengar bunyi benturan keras. Mobil saya bahkan sampai terdorong ke depan,” kenang Sukron. Padahal, saat itu ia sudah melambatkan kecepatan dan menyalakan lampu hazard sebagai tanda peringatan.
Baca juga: Viral Kendaraan Plat Merah Milik Pemkot Banjar Tabrak Mobil Warga di Ciamis
Hal yang sempat membuat Sukron meradang adalah sikap tidak bertanggung jawab pengemudi mobil dinas tersebut sesaat setelah tabrakan terjadi. Alih-alih turun untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, mobil plat merah itu justru memacu kecepatan dan meninggalkan lokasi. “Saya sempat meminta dia menepi untuk bicara baik-baik, tapi dia malah menyalip dan tancap gas melarikan diri,” tambah Sukron.
Kini, dengan adanya permohonan maaf langsung dari pelaku, ketegangan di antara kedua belah pihak diharapkan dapat mereda dan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengguna kendaraan dinas dalam menjaga etika berlalu lintas. (Muhlisin/R6/HR-Online)

10 hours ago
11

















































