Lalui Pemeriksaan Ketat, Disnakan Jamin Daging Kurban di KBB Aman Dikonsumsi

4 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026 ini, Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bandung Barat melakukan pengawasan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap ribuan hewan kurban. Hewan-hewan ini akan disembelih di wilayahnya.

Baca juga: Kurban Tanpa Plastik, Warga Cimuruy Sumedang Bagikan Daging dengan Rinjing Bambu

Langkah ini diambil demi memastikan setiap hewan yang dikurbankan benar-benar memenuhi syarat agama dan kesehatan. Sehingga daging yang dibagikan ke masyarakat terjamin mutu dan keamanannya.

Kepala Disnakan Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti, menyampaikan bahwa timnya telah bekerja keras memeriksa total 11.547 ekor hewan sejak masa persiapan hingga hari pelaksanaan. Pengecekan ini dilakukan menggunakan metode ante mortem. Metode ini adalah pemeriksaan kondisi fisik dan kesehatan hewan sebelum disembelih, yang dilakukan langsung di lokasi peternakan maupun lapak-lapak pedagang hewan.

“Secara keseluruhan ada 11.547 ekor yang kami teliti sebelum disembelih. Komposisinya paling banyak adalah sapi, diikuti domba, dan sebagian kecil kerbau serta kambing. Semua kami cek satu per satu kondisinya agar tidak ada yang lolos dari pengawasan,” jelas Wiwin saat ditemui di kantor dinasnya, Kamis (28/5/2026), sebagaimana dilansir Antara.

Dari jumlah ribuan hewan yang diperiksa, rinciannya meliputi 6.127 ekor sapi, 5.375 ekor domba, 21 ekor kerbau, dan 24 ekor kambing. Hasilnya, sebanyak 10.116 ekor dinyatakan dalam kondisi sangat sehat, fisiknya sempurna, serta sudah memenuhi batas usia untuk dikurbankan. Hewan-hewan yang lolos seleksi ketat ini pun langsung diberi tanda khusus berupa kalung penanda sehat sebagai bukti kelayakan.

Baca juga: Sapi Kurban Bantuan Bupati Mengamuk saat Hendak Disembelih di Polres Sumedang

Namun, tak semuanya dinyatakan layak. Ada sekitar 1.256 ekor hewan yang terpaksa tidak diberi tanda sehat. Alasannya bukan karena sakit, melainkan karena ternyata usianya belum cukup untuk dijadikan hewan kurban sesuai syariat.

Selain itu, petugas juga menemukan 175 ekor hewan yang terdeteksi menderita penyakit, terdiri dari 84 sapi, 89 domba, dan 2 ekor kerbau. Penyakit yang paling banyak ditemukan adalah gangguan pada mata serta penyakit kulit menular yang dikenal sebagai orf.

“Hewan yang sakit maupun yang belum cukup umur, kami pastikan tidak lolos. Kami tidak berikan tanda kalung sehat, sehingga tidak boleh dipakai untuk kurban. Ini aturan tegas kami, demi menjaga kewajiban ibadah dan kesehatan penerima daging nanti,” tegas Wiwin menegaskan standar yang diterapkan.

Totalitas Pengawasan 

Pengawasan tak berhenti sebelum penyembelihan saja. Disnakan juga melakukan tahap kedua, yaitu pemeriksaan pasca penyembelihan atau post mortem. Di tahap ini, petugas memeriksa bagian dalam tubuh hewan, mulai dari organ dalam, daging, hingga bagian jeroan.

Tujuannya mendeteksi kemungkinan adanya parasit berbahaya seperti cacing hati atau penyakit lain yang tidak terlihat dari luar. Hal ini dilakukan guna menjamin daging yang dibagikan benar-benar aman dikonsumsi masyarakat.

“Tim kami tetap bertugas di lapangan hingga masa hari tasyrik selesai. Kami pastikan alur pengawasan berjalan dari awal sampai akhir, supaya warga yang menerima daging kurban tidak perlu khawatir soal kebersihan dan kualitasnya,” tambahnya lagi.

Baca juga: Dragon Ball, Sapi Kontes yang Berubah Nasib Jadi Kurban Presiden Untuk Warga Cimahi 

Untuk mendukung kelancaran tugas besar ini, Disnakan mengerahkan total 61 tenaga ahli yang terdiri dari 33 staf internal dinas serta 28 mahasiswa kedokteran hewan Universitas Padjadjaran. Kehadiran mahasiswa ini sekaligus menjadi bagian dari program magang dan kampus merdeka.

Sementara itu, kebutuhan hewan kurban di Bandung Barat diketahui dipasok dari peternak lokal maupun pasokan luar daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan wilayah Jawa Barat lainnya. Dengan pengawasan seketat ini, masyarakat pun bisa beribadah qurban dengan tenang dan aman. (Juhaeri/R6/HR-Online) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |