Kronologi Mahasiswa Jatuh di Cadas Pangeran Sumedang Saat Berteduh Hujan

8 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Nasib nahas menimpa seorang mahasiswa yang jatuh di Cadas Pangeran. Peristiwa ini mengejutkan warga Kecamatan Pamulihan di Kabupaten Sumedang, Jumat (20/2/26).

Korban diketahui bernama Widi Septiadi yang baru saja menginjak usia dua puluh tiga tahun. Pemuda asal Cimalaka ini terperosok ke dalam jurang sedalam kurang lebih dua puluh meter.

Kronologi Mahasiswa Jatuh di Cadas Pangeran

Wildan selaku kakak kandung korban memberikan penjelasan rinci mengenai awal mula kepergian adiknya. Sang adik berangkat menggunakan sepeda motor sekitar pukul delapan pagi menuju Universitas Islam Nusantara.

Baca juga: Dugaan Korupsi Parkir Sumedang: Mantan Kadishub Diperiksa Kejari Selama Lima Jam

“Tujuan utama kepergian Widi hari itu adalah untuk melunasi biaya administrasi kuliah di kampusnya. Sayangnya, cuaca di wilayah Sumedang sudah diguyur hujan deras sejak pagi buta tanpa henti,” katanya.

Akibatnya, korban terpaksa menepi di sekitar jalur atas kawasan tebing curam tersebut. Wildan menduga kuat adiknya berhenti mencari tempat berteduh karena lupa membawa jas hujan.

Sekitar pukul sembilan pagi, pihak keluarga menerima panggilan telepon yang sangat mengejutkan. Panggilan darurat tersebut berasal dari aparat kepolisian yang bertugas di Markas Polsek Pamulihan.

Baca juga: Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap 2 Resmi Dibuka, Akses Dua Desa di Sumedang Kini Lebih Aman

Petugas mengabarkan insiden jatuhnya korban ke dasar jurang yang cukup dalam. Selanjutnya, polisi langsung mengevakuasi tubuh pemuda malang tersebut dari dasar tebing yang curam.

Korban langsung dilarikan menuju Rumah Sakit Umar Wirahadikusumah Sumedang secepat mungkin. Setibanya di sana, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal secara menyeluruh pada tubuhnya.

Hasil observasi dokter menunjukkan adanya beberapa titik luka terbuka yang cukup serius. Widi diketahui menderita luka robek yang paling parah pada bagian kepala dan punggung belakangnya.

Selain itu, paha bagian belakang korban juga mengalami trauma tumpul akibat benturan keras. Pada kenyataannya, korban memang diketahui melakukan perjalanan jauh tersebut seorang diri tanpa teman. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pengendara yang melintasi jalur rawan tersebut. Pengendara harus lebih waspada agar tragedi mahasiswa jatuh di cadas pangeran tidak terulang kembali. (Aang/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |