harapanrakyat.com,- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjar mengimbau para petani untuk tidak menanam padi pada Musim Tanam ke-3 (MT3). Langkah ini diambil guna mengantisipasi ancaman kekeringan akibat keterbatasan debit air.
Baca juga: Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Kementerian PU Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Ratusan Bendungan
Kepala Bidang Pertanian DKP3 Kota Banjar, Yeti Sukmayati mengatakan, bahwa berdasarkan laporan hasil pemantauan di lapangan, wilayah Kota Banjar saat ini belum mengalami kekeringan ekstrem hingga menyebabkan puso (gagal panen). Namun, status waspada kekeringan tercatat di Kecamatan Banjar.
“Untuk kekeringan di Kota Banjar memang tidak ada yang sampai kering dan puso. Hanya ada laporan kekeringan status waspada di Kecamatan Banjar, itu kurang lebih sekitar 137 hektar karena merupakan sawah tadah hujan,” ujar Yeti, Selasa (4/8/2026).
Imbauan tidak Menanam Padi di MT3
Yeti menambahkan, beberapa kecamatan lain seperti Purwaharja, Pataruman, dan Langensari relatif aman dari ancaman kekeringan. Hal ini karena sebagian besar sawah tadah hujan di wilayah tersebut sudah memasuki masa panen. Sementara untuk sawah irigasi teknis, pasokan air masih tercukupi.
Lebih lanjut, berdasarkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan komisi irigasi, pasokan air yang bersumber dari irigasi diperkirakan hanya mencukupi debit kebutuhan air hingga bulan September mendatang.
“Sesuai hasil rapat Komir, kita sudah memberikan imbauan kepada masyarakat. Di MT3 ini memang tidak dianjurkan menanam padi, khususnya di sawah tadah hujan dan sawah teknis. Debit air diprediksi hanya mencukupi sampai September. Jika dipaksakan tanam di bulan Agustus, saat usia tanaman 60 hari air diprediksi sudah tidak mencukupi,” jelasnya.
Baca juga: Dampak El Nino Meluas di Jawa Barat, 205 Ribu Jiwa Terdampak Kekeringan di 15 Daerah
Ia menyarankan para petani untuk menunggu hingga awal Musim Tanam 1 (MT1) yang diproyeksikan mulai berpotensi hujan pada bulan Oktober.
Selain itu, Yeti juga mengingatkan para petani untuk bijak dalam pengelolaan air dengan menerapkan sistem pengairan berselang (intermiten). Pemkot Banjar juga telah menyalurkan berbagai bantuan sarana irigasi seperti pompa air, irigasi perpipaan, dan perpompaan untuk dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani dalam mengantisipasi dampak kekeringan. (Sandi/R6/HR-Online)

16 hours ago
8

















































