harapanrakyat.com,- Sejumlah warga Kota Cimahi, Jawa Barat mengeluhkan kemacetan lalu lintas yang kian parah di wilayah mereka. Kondisi ini dipicu oleh pengerjaan dua proyek infrastruktur besar yang berlangsung secara bersamaan. Kedua proyek tersebut yakni penutupan jembatan Pemkot Cimahi dan pembangunan underpass Gatot Subroto (Gatsu).
Keluhan tersebut memuncak hingga warga meramaikan kolom komentar media sosial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (@dedimulyadi71). Mereka meminta perhatian dan bantuan intervensi kepada pejabat Kota Cimahi terkait.
Menurut warga, jalur yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu 10 menit kini membengkak hingga 1 jam akibat penumpukan kendaraan.
Warga juga menyoroti kebijakan perizinan yang memperbolehkan dua proyek besar berjalan serentak. Hal ini membuat rekayasa lalu lintas yang diterapkan justru memperparah titik kemacetan.
Kondisi kemacetan parah ini dirasakan sangat merugikan aktivitas masyarakat umum. Khususnya para pengemudi ojek online (ojol) yang menggantungkan pendapatan dari efisiensi waktu perjalanan.
Selain itu, penutupan beberapa akses jalan membuat seluruh volume kendaraan bertumpuk di satu jalan protokol yang kapasitasnya relatif sempit. Pada aplikasi navigasi (Google Maps), jalur-jalur di Cimahi terpantau berwarna merah pekat.
Warga juga mengeluhkan masa rekayasa jalan yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga puluhan hari ke depan. Kondisi ini tentu saja mengancam kenyamanan mobilitas harian mereka.
Melalui unggahan tersebut, warga berharap Dedi Mulyadi dapat membantu menyuarakan aspirasi ini kepada pihak berwenang dan Pemkot Cimahi agar segera mengevaluasi rekayasa lalu lintas serta penjadwalan proyek yang tengah berlangsung.
Macet di Kota Cimahi, Dishub akan Lakukan Evaluasi
Dinas Perhubungan Kota Cimahi rupanya menyadari kesulitan warga. Pihak Dishub berjanji akan melakukan evaluasi. Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, mengatakan masyarakat masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan rekayasa lalu lintas yang baru diterapkan. Menurutnya, warga juga masih mencari rute alternatif yang dinilai paling efektif.
“Ini masih hari pertama, jadi masyarakat masih dalam tahap adaptasi,” ujar Endang saat ditemui di lokasi pengalihan arus, Rabu (19/8/2026).
Sejumlah ruas jalan disebut cukup terdampak, salah satunya Jalan Kolonel Masturi, khususnya dari Simpang Alun-Alun menuju arah atas. Jalan Daeng juga menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian petugas.
Dishub Kota Cimahi bersama kepolisian langsung melakukan pemantauan untuk mengidentifikasi lokasi yang berpotensi menimbulkan kepadatan. Hasil pemantauan tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi terhadap pola pengalihan arus.
“Kami akan mengevaluasi lagi ruas yang perlu satu arah maupun dua arah,” katanya.
Baca Juga: Rekayasa Lalu Lintas di Cimahi Mulai Berlaku, Dishub Janji Evaluasi
Endang menegaskan, evaluasi akan dilakukan bersama kepolisian agar penerapan rekayasa lalu lintas dapat berjalan lebih efektif dan kondisi arus kendaraan semakin lancar. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

4 hours ago
4

















































