Tidak Hanya Tangkap Penjahat, URC Satreskrim Polres Ciamis Gercep Bantu Balita Diduga Gizi Buruk

9 hours ago 9

harapanrakyat.com,- Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Ciamis yang biasanya gerak cepat (gercep) dalam menuntaskan kasus kejahatan, kali ini menunjukkan aksi kepedulian sosial di lapangan. Sebagai bentuk kepedulian sosial ini, mereka menyalurkan bantuan paket sembako dan asupan nutrisi kepada balita yang diduga mengalami gizi buruk. Penyaluran dilakukan di Dusun Mekarjaya, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Legislator PPP Ciamis Malu Ada Kasus Gizi Buruk di Tengah Gencarnya Program Pemerintah

Sebelumnya sempat viral balita bernama Aef Heryadi (3) yang merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Tedi Kurnia (36) dan Susilawati (30) itu. Ia diduga mengalami gizi buruk, dan sempat dilakukan pemeriksaan di RSUD Ciamis. 

Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari program Jumat Berkah Polres Ciamis. Melalui kegiatan ini, tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Ciamis tidak hanya melihat langsung kondisi Aef. Sebagai tambahan, tim juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako.

Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar melalui Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan atas izin Kapolres Ciamis. Ini sebagai bentuk implementasi kepedulian Polri di tengah masyarakat. 

Menurutnya, program Jumat Berkah ini dilakukan setelah jajarannya menerima informasi terkait adanya kondisi kesehatan balita. Balita tersebut membutuhkan perhatian khusus di wilayah Tambaksari.

​”Hari ini atas izin Bapak Kapolres, kami mewakili Polres Ciamis melalui Satreskrim melakukan kegiatan Jumat Berkah. Kami menindaklanjuti informasi mengenai adanya indikasi balita alami gizi buruk di lapangan,” katanya. 

“Selain melihat langsung, kami juga menyerahkan bantuan berupa sembako, susu, dan telur untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi balita tersebut,” tambahnya.

Carsono menyebut, aksi ini mengusung semangat Commander Wish Kapolres Ciamis, yakni keberadaan anggota Polri harus bermanfaat nyata bagi warga sekitar. “Harapan kami, dengan hadirnya Polri di tengah-tengah masyarakat, kita dapat terus berbuat hal positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” harapnya.

Pemantauan Balita Diduga Gizi Buruk Dilakukan Sejak 2025

Sementara itu, Kepala Puskesmas Tambaksari, Asep Wahyudin, menjelaskan mengenai riwayat dan penanganan medis terhadap Aef. Pihaknya mencatat, pemantauan gizi Aef sudah sejak tahun 2025, dengan intervensi pemberian makanan tambahan (PMT) serta perujukan ke rumah sakit.

Baca Juga: Prevalensi Angka Stunting Enam Daerah di Jawa Barat Meningkat, Dinkes Ingatkan Soal Pencegahan

Asep merinci, balita yang kini berusia 3 tahun 6 bulan memang sempat masuk kategori gizi kurang/buruk, karena kenaikan berat badannya yang stagnan. “Namun, setelah kita rujuk ke RSUD Ciamis dan diperiksa dokter spesialis anak pada hari Rabu lalu, dipastikan tidak ada penyakit penyerta atau indikasi medis yang mengharuskan rawat inap,” jelasnya. 

​Ia menuturkan, perkembangan kondisi fisik anak tersebut saat ini menunjukkan tren yang positif. Dari berat awal sebesar 9,6 kg, kini berat badannya mulai merangkak naik mencapai 10 kg.

Baca Juga: Balita Penderita Gizi Buruk Gercep Ditangani RSUD Ciamis, Ujang Haeruman: Terima Kasih Pemerintah Daerah

​”Kondisi anaknya secara umum sehat, aktif, imunisasi dan kunjungan posyandu pun rutin. Komunikasi dan daya bicaranya juga normal tanpa kelainan. Penanganannya terus kita kawal melalui PMT dan intervensi gizi dari desa maupun puskesmas. Hal ini agar berat badannya segera mencapai angka normal ideal sekitar 11 hingga 12 kg,” pungkasnya. (Ferry/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |