Kisah Allah mencabut lidah ikan merupakan salah satu cerita menarik dalam catatan sejarah Islam. Bagaimana tidak, peristiwa ini konon berkaitan erat dengan kisah Nabi Adam. Ikan di lautan menjadi makhluk pertama yang kala itu menerima hasutan iblis sekaligus menyebarkan fitnah tentang Adam.
Baca Juga: Abu Hurairah dan Pencuri Makanan Zakat, Rahasia Perlindungan Ayat Kursi dari Gangguan Setan
Riwayat ini banyak diceritakan dalam berbagai hadits. Di balik cerita tersebut, terdapat sejumlah pelajaran yang dapat menjadi bahan renungan bagi umat Muslim. Terutama mengingatkan pentingnya berhati-hati menerima informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh hasutan. Mari kita bahas lebih detail.
Awal Mula Kisah Allah Mencabut Lidah Ikan
Seperti telah tertera sebelumnya, peristiwa Allah mencabut lidah ikan bermula dari cerita tentang penciptaan Nabi Adam. Allah memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan. Para malaikat menaati perintah tersebut. Namun iblis menolak dan menyombongkan diri. Dalam QS Al Baqarah ayat 34 Allah berfirman:

Pada penjelasan tafsir, iblis merupakan makhluk dalam golongan jin yang Allah ciptakan dari api. Ia merasa lebih tinggi, mengingat Nabi Adam hanya berasal dari tanah. Padahal, sujud yang Allah perintahkan bukanlah sujud ibadah kepada Nabi Adam. Hal itu merupakan bentuk penghormatan sekaligus pengakuan terhadap kemuliaan yang Allah berikan kepada Adam.
Penolakan tersebut menjadi awal dalam pembahasan tentang permusuhan iblis terhadap umat manusia. Pasalnya, setelah menolak satu perintah Allah ini, iblis kemudian menjadi makhluk yang durhaka. Golongannya terus-terusan berusaha menyesatkan serta mempengaruhi umat manusia di muka bumi.
Dalam kisah yang beredar mengenai Allah mencabut lidah ikan, iblis terusir dari surga pasca mendapatkan kemurkaan-Nya. Para malaikat menyeret golongan tersebut turun ke bumi sebagai hukuman. Iblis datang dengan keadaan yang tidak lagi seperti sebelumnya. Wajahnya menjadi lebih buruk.
Setelah berada di bumi, iblis menuju ke lautan. Makhluk pertama yang ia temui dalam kisah ini adalah seekor ikan. Iblis kemudian mulai menyampaikan perkataan yang bertujuan memengaruhi ikan. Ia menggambarkan Nabi Adam sebagai makhluk yang akan membawa berbagai ancaman bagi hewan di darat dan laut.
Baca Juga: Sejarah Nabi Sulaiman Memindahkan Istana Ratu Balqis dalam Sekejap
Perkataan tersebut menjadi bentuk hasutan iblis. Ia berusaha membuat ikan percaya kepada informasi yang sebenarnya tidak memiliki dasar. Fitnah semakin keji karena iblis mengatakan bahwa Adam tidak akan membiarkan hewan lautan serta daratan selamat. Padahal itu semua hanyalah perkataan dusta dari kebencian dan rasa iri.
Ikan Terpengaruh Hasutan
Sayangnya, ikan berhasil percaya. Mereka yang terhasut kemudian menyampaikan perkataan iblis kepada makhluk laut lainnya. Informasi itu akhirnya tersebar di antara penghuni laut. Allah kemudian disebut tidak menyukai tindakan ikan yang menyampaikan berita bohong. Dalam kisah tersebut, Allah akhirnya mencabut lidah ikan.
Tujuan Allah menghilangkan lidah ikan tentu agar tidak lagi dapat menyampaikan berita seperti sebelumnya. Dari sanalah, ikan hidup tanpa berlidah sampai sekarang. Meski demikian, bagian dalam mulut ikan tetap memiliki berbagai struktur penting. Khususnya yang siap membantu proses makan sehari-hari.
Pada sebagian besar ikan, terdapat jaringan bernama basihyal. Jaringan ini berbentuk menyerupai lidah di dasar rongga mulut. Hanya saja, strukturnya tidak bergerak bebas seperti lidah manusia atau hewan lainnya. Kendati begitu, basihyal dapat membantu proses menelan dan mengatur makanan.
Hikmah dari Kisah Tercabutnya Lidah Ikan
Terlepas dari status riwayat tersebut, kisah Allah mencabut lidah ikan mengandung sejumlah pelajaran penting. Salah satu pesan yang dapat umat Muslim ambil adalah pentingnya memeriksa informasi sebelum menyebarkannya. Seseorang dapat membawa kabar yang belum tentu benar dan membuat orang lain mempercayainya.
Pelajaran ini semakin relevan pada zaman sekarang. Informasi dapat menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital. Sehingga penting sekali untuk senantiasa berhati-hati. Jangan sampai ketidakbenaran informasi justru mengundang fitnah yang lebih besar di masyarakat.
Selain itu, Al Quran secara jelas menampilkan kesombongan iblis ketika menolak perintah Allah. Tafsir menjelaskan bahwa iblis merasa lebih mulia daripada Adam karena membandingkan asal penciptaannya. Sikap tersebut menjadi peringatan agar manusia tidak merasa lebih tinggi hanya karena memiliki kelebihan tertentu.
Baca Juga: Kisah Abu Mahdzurah, Pernah Menistakan Adzan hingga Jadi Muadzin Era Rasulullah
Kisah Allah mencabut lidah ikan juga dapat menjadi pengingat tentang bahaya menerima hasutan tanpa pertimbangan. Iblis terkenal sebagai musuh manusia yang berusaha menyesatkan dan mengarahkan manusia kepada keburukan. Karena itu, seorang Muslim perlu berhati-hati ketika menerima perkataan, terutama jika informasi tersebut dapat merugikan pihak lain. Dengan memahami kisah Allah mencabut lidah ikan, semoga kita senantiasa menjadi hamba yang bertaqwa. (R10/HR-Online)

8 hours ago
11

















































