Peringati Hari Anak Nasional, Dinsos P3A Kota Banjar Pendampingan 7 Kasus Kekerasan Anak

1 month ago 80

harapanrakyat.com,- Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada 23 Juli, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Banjar, Jawa Barat, terus menggencarkan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak. Hingga saat ini pihak Dinsos mencatat dan sedang melakukan pendampingan terhadap 7 kasus kekerasan anak di Kota Banjar. Angka ini menunjukkan tren penurunan karena tahun lalu mencapai 15 kasus.

“Sampai hari ini untuk kasus anak ada 7 kasus yang sedang kita lakukan pendampingan. Mayoritas adalah kasus kekerasan seksual, dan ada juga kasus bullying (perundungan),” kata Kepala Dinsos P3A Kota Banjar, Hani Supartini, Kamis (23/7/2026).

Baca Juga: Peringatan HAN 2026 di Tasikmalaya Jadi Ruang Pemulihan Anak Korban Kekerasan

Ia menjelaskan, dari 7 kasus tersebut seluruh korbannya merupakan anak-anak. Beberapa korban bahkan diketahui telah putus sekolah di usia remaja sekitar 16–17 tahun.

7 Kasus Kekerasan Anak di Kota Banjar, Dinsos Edukasi ke Sekolah

Faktor pemicu putus sekolah dan kerentanan anak menjadi korban kekerasan umumnya dipengaruhi oleh kondisi keluarga yang tidak utuh (broken home). Serta kurangnya pengawasan orang tua.

Baca Juga: Dua Bersaudara di Sumedang Jadi Korban Dugaan Penyiraman Air Keras, Polisi Kejar Pelaku

Selain itu, Hani menyayangkan masih adanya keterlibatan pelaku dewasa dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak. Menurutnya, orang dewasa seharusnya menjadi pelindung, bukan justru memanipulasi atau memanfaatkan ketidakberdayaan anak.

Menanggapi fenomena tersebut, Dinsos P3A Kota Banjar mengambil langkah proaktif dengan memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk masuk ke sekolah-sekolah di Kota Banjar.

“Memperingati Hari Anak Nasional ini, kita melakukan edukasi ke sekolah-sekolah berbarengan dengan kegiatan MPLS. Kita memberikan pemahaman kepada siswa-siswi baru bahwa segala bentuk kekerasan itu dilarang,” jelasnya.

Baca Juga: Respons Lonjakan Kasus Kekerasan Anak, Tunas Taman Jingga Datangi Sekolah di Tasikmalaya

Tidak hanya masuk ke satuan pendidikan, pihaknya juga memperkuat koordinasi lintas sektor mulai dari pemerintah desa/kelurahan, lembaga keagamaan melalui forum pengajian. Serta organisasi perempuan, akademisi, hingga media massa.

Melalui sinergi tersebut, Hani berharap kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pergaulan anak semakin meningkat. Sehingga Kota Banjar bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak. (Sandi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |