Persija Jakarta tengah menghadapi situasi panas jelang agenda launching tim dan laga uji coba menghadapi klub asal Australia, Brisbane Roar FC, di Jakarta International Stadium (JIS). Kelompok suporter setia Macan Kemayoran, The Jakmania melancarkan aksi protes hingga ancaman boikot akibat kebijakan kenaikan harga tiket pertandingan.
Menanggapi polemik yang memanas ini, Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas (Bepe), akhirnya buka suara. Ia pun membeberkan skema tiket khusus bagi para suporter.
Akar Protes The Jakmania Ancam Boikot
Gelombang protes bermula ketika daftar harga tiket laga peluncuran dan uji coba Macan Kemayoran dirilis ke publik. Tiket pertandingan tersebut bervariasi. Mulai dari kategori termurah Rp 250 ribu hingga kategori VIP yang mencapai Rp 1,6 juta.
Melalui akun resmi Instagram /infokomjakmania, The Jakmania secara tegas menyatakan penolakannya. Mereka menilai kenaikan harga tiket ini cukup memberatkan, khususnya di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Pihak The Jakmania secara tegas menyatakan penolakannya terhadap segala kebijakan yang dianggap mempersulit langkah mereka dalam memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaan. Seraya menyuarakan seruan keras untuk menolak penyesuaian tarif,” tulis pernyataan resmi dari The Jakmania melalui akun /infokomjakmania, Kamis (27/8/2026).
Selain itu, perwakilan suporter juga menyoroti aspek prestasi klub. Dengan belum berakhirnya puasa gelar juara liga dalam beberapa tahun terakhir, para suporter merasa kebijakan menaikkan harga tiket seharusnya dibarengi dengan peningkatan performa. Serta prestasi tim di lapangan.
Imbas dari kekecewaan ini, The Jakmania sepakat ancam melakukan aksi boikot dan memilih tidak hadir langsung di stadion.
Baca Juga: Lima Pemain Termahal Super League, Persib dan Persija Bersaing Ketat
Klarifikasi Manajemen Persija Jakarta, Bepe Angkat Bicara
Menanggapi reaksi keras dari pendukung setianya, manajemen Persija melalui Direktur Olahraga Bambang Pamungkas, memberikan penjelasan. Sekaligus meluruskan kabar kenaikan harga yang beredar luas.
Menurut Bepe, angka-angka yang ditampilkan melalui platform penjualan daring resmi klub bukanlah keseluruhan representasi dari tiket yang dialokasikan khusus bagi anggota The Jakmania.
Manajemen mengklaim telah menyiapkan skema dan kategori tersendiri dengan penyesuaian agar kantong suporter tetap terakomodasi.
Bepe menegaskan, angka kenaikan yang menjadi polemik di publik perlu dilihat secara lebih komprehensif. Pihak klub berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan finansial klub dalam mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027, dengan keberlangsungan hubungan baik bersama para pendukung setianya.
Langkah Lanjutan Manajemen dan Respons Suporter
Baca Juga: Alexander Jeremejeff Tak Target Gol untuk Persija, Sebut Lebih Penting Ini!
Di tengah ancaman boikot, manajemen Persija mengambil langkah cepat dengan membuka penjualan tiket tribun utara dan selatan. Sebelumnya menjadi alokasi khusus suporter untuk penonton umum dengan kisaran harga yang lebih terjangkau. Yakni mulai dari Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu.
Kendati demikian, The Jakmania tetap mendesak manajemen agar ke depannya klub dapat lebih kreatif mencari sumber pendanaan alternatif. Mereka berharap operasional klub tidak terlalu bertumpu atau mengorbankan pemasukan dari sektor tiket penonton. Sehingga kedekatan antara tim dan pendukung grassroot tetap terjaga tanpa terbebani persoalan finansial. (Revi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 hours ago
4

















































