harapanrakyat.com,- Pelatih kepala Manila Digger FC, Juan Esteva Pomares mengaku terpukul usai timnya menelan kekalahan dramatis dari Persib Bandung. Kekalahan itu terjadi pada laga playoff AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027.
Baca juga: Gol Dramatis Mariano Peralta Loloskan Persib ke Fase Grup ACL 2 Usai Tekuk Manila Digger 1-0
Meski begitu, juru taktik asal Spanyol itu tetap bangga atas juang para pemainnya yang tampil gigih hingga detik terakhir pertandingan.
Laga krusial yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin 31 Agustus 2026 malam itu berakhir dengan skor tipis 1-0. Hasil ini menjadi kemenangan bagi Persib Bandung.
Gol tunggal kemenangan Persib Bandung tercipta pada menit ke-89 melalui sepakan Mariano Peralta. Ia memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan lawan di penghujung laga.
“Kami merasa sedih, kami telah berjuang melawan tim yang hebat sampai akhir. Tentu saja kami sempat tertekan di beberapa momen karena kualitas lawan, tetapi kami juga sempat mengendalikan pertandingan dan memiliki peluang,” kata Juan Esteva seusai pertandingan, Senin (31/8/2026).
Faktor Pengalaman dan Kelelahan Fisik Jadi Evaluasi
Juan Esteva berujar, minimnya jam terbang para pemainnya di pentas kompetisi antarklub Asia menjadi faktor utama. Hal ini menjadi penyebab terciptanya gol Persib Bandung di menit-menit kritis.
Selain faktor pengalaman, terbatasnya pilihan pemain pelapis membuat lini penyerangan Manila Digger kekurangan penyegaran energi pada babak kedua.
Baca juga: Persib Bandung Lebih Ekspansif Bersama Tolic, Reuni Peralta-Berguinho Jadi Game Changer
“Kurangnya pengalaman membuat kami kebobolan gol di menit terakhir. Kami main di beberapa pertandingan persahabatan, itu menguras fisik. Kami kehilangan beberapa pemain, itu membuat tidak banyak opsi penyegaran di sektor penyerangan,” ujarnya.
Meskipun harus merelakan tiket fase grup jatuh ke tangan Persib Bandung, Esteva menegaskan anak asuhnya telah memberikan perlawanan maksimal. Skuad asuhannya bahkan sempat membuat pertahanan Maung Bandung kewalahan lewat skema transisi cepat saat kedudukan masih imbang tanpa gol.
“Kami memainkan pertandingan sepak bola yang bagus dan di beberapa momen, saya pikir mereka merasa takut karena dengan skor nol-nol dalam sepuluh menit terakhir, segalanya bisa terjadi. Saya bangga karena kami mencoba sampai akhir,” tuturnya. (Reza/R6/HR-Online)

13 hours ago
7

















































