harapanrakyat.com,- Di tengah hiruk pikuk jam istirahat sekolah, ketika sebagian besar siswa asyik bermain dan bercanda, seorang siswi kecil justru melangkah dari kelas ke kelas sambil memanggul wadah sederhana. Senyum tak pernah lepas dari wajahnya saat menawarkan sate totok kepada teman-temannya. Siswi yang jualan sate totok itu adalah Hoerun Nisa (11), pelajar kelas V SD Negeri 2 Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Baca Juga: Minat Baca Anak di Pangandaran Meningkat, Siswa Buktikan Lewat Karya Buku
Di usia yang masih belia, Nisa telah memikul tanggung jawab besar. Ia merupakan anak yatim. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara ibunya bekerja sebagai koki di wilayah Pangandaran. Sehari-hari, Nisa tinggal bersama neneknya, sosok yang kini menjadi sandaran hidupnya.
Demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Nisa berjualan sate totok buatan sang nenek di sela-sela waktu sekolah. Aktivitas tersebut ia lakukan setiap hari saat jam istirahat, dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab.
Jual Sate Totok Rp1.000 per Tusuk Saat Sekolah
Wali kelas Nisa, Silviana Maya mengungkapkan, bahwa sebelum mulai berjualan, Nisa terlebih dahulu meminta izin kepadanya. Hal itu menunjukkan kedewasaan dan sikap santun yang dimiliki siswi tersebut.
“Dia datang ke saya dan bertanya apakah boleh berjualan di sekolah. Setiap hari, saat jam istirahat, Nisa berkeliling ke setiap kelas,” ungkap Silviana, Senin (2/2/2026).
Baca Juga: Sempat Kesulitan Cari Tempat Belajar Sementara, Inilah Sedikit Cerita SLB Negeri Cinta Asih Soreang
Sate totok yang Nisa jual dibanderol dengan harga Rp1.000 per tusuk. Dalam sehari, ia membawa sekitar 50 tusuk sate, hasil masakan neneknya. Nisa hanya bertugas menjual, namun hasilnya sangat berarti bagi kelangsungan hidup keluarga kecil mereka.
“Yang membuat sate itu neneknya. Nisa menjual sate totok tersebut untuk membantu neneknya memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Silviana.
Tak hanya menyasar ruang kelas, Nisa juga kerap menyambangi ruang guru untuk menawarkan dagangannya. Meski harus bekerja di usia muda, semangat belajarnya tetap terjaga. Ia dikenal sebagai siswa yang rajin, disiplin, dan aktif mengikuti pelajaran. “Belajarnya tetap semangat, cari uangnya juga rajin. Nisa tidak pernah malu dengan teman-temannya,” pungkasnya. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

16 hours ago
6

















































