PASIR LOR - Di balik hiruk pikuk persiapan pagelaran Walimatul Ihtiram, Khatmil Qur’an, Imtihan, Haul, Aqiqah, dan Tasyakuran Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasirlor, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, ada denyut pengabdian sunyi dari 100-an lebih Pengurus dan anggota Muslimat NU Ranting Pasirlor yang bekerja sepenuh hati menopang demi sukses hajat tahunan tersebut, sejak H-7 hingga H+2, Hari H Imtihan 2026, puncak acara Senin (02/02/2026).
Bersama PKK dan Dawis setempat, para ibu Muslimat NU menggalang dukungan terkumpul dana sekitar Rp22 juta, sepenuhnya untuk Panitia Walimatul Ihtiram, sekaligus menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran.

Seluruh urusan konsumsi, makanan berat, ringan, hingga aneka minuman sepenuhnya ditangani 100 persen oleh tim dapur Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasirlor selama 24 jam, dengan sistem jadwal bergilir tanpa henti.

Koordinator Tim Dapur Muslimat NU, Hj. Warsiti, menegaskan bahwa kerja dapur adalah bagian dari ibadah.

“Kami bekerja bukan sekadar memasak, tetapi melayani hajat umat. Dari H-7 sampai H+2, kami bergiliran agar semua tamu, panitia, dan jamaah terlayani dengan layak dan ikhlas, ” ujarnya.
Ketua Muslimat NU Ranting Pasirlor Karanglewas, Nyai Siti Masiroh, menyebut keterlibatan penuh ini sebagai wujud khidmah jamaah.
“Ini bentuk cinta kami kepada madrasah dan Al-Qur’an. Dana, tenaga, dan waktu kami satukan agar semua rangkaian Walimatul Ihtiram dalam rangka Khatmil Qur'an dan Imtihan Madrasah Al-Ittihaad 2 Pasir Lor, bisa berjalan lancar dan penuh berkah, barokah mendapatkan ridho Allah SWT ” tuturnya.
Apresiasi disampaikan Ketua Panitia, Ust. Fajar Santosa, dan Kepala Madrasah, Ust. Jamil.
“Tanpa dapur Muslimat NU, kegiatan sebesar ini tidak mungkin berjalan sempurna, ” tegas Ust. Fajar.
“Mereka adalah tulang punggung logistik yang bekerja dalam senyap namun berdampak besar, ” tambah Ust. Jamil.
Penegasan apresiasi juga datang dari Ketua Pengurus, KH. M. Ali Sodikin.
“Apa yang dilakukan Muslimat NU Pasirlor adalah teladan amal jama’i. Inilah dakwah bil hal, bekerja ikhlas, menyatukan umat, dan menghidupkan madrasah, ” pungkasnya.
(Djarmanto-YF2DOI)


















































