Waspada Fenomena El Nino, 80 Persen Sawah di KBB Rawan Kekeringan

21 hours ago 15

harapanrakyat.com,- Fenomena El Nino yang diprediksi melanda tahun ini menjadi perhatian serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Ancaman kemarau panjang ini berpotensi mengganggu produksi pangan. Hal ini terjadi karena sebagian besar lahan sawah di sana masih sangat bergantung pada air hujan.

Baca juga: Pohon Setinggi 15 Meter Tumbang Depan SD di Cimahi, 11 Orang Luka-Luka Termasuk Siswa

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Lukmanul Hakim, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026). “Dari total lahan baku sawah seluas 18.093 hektar, hanya sekitar 20 persen atau sekitar 3.618 hektare yang memiliki jaringan irigasi teknis yang cukup aman. Sementara sisanya, sekitar 14.475 hektar atau 80 persen, adalah sawah tadah hujan yang sangat rentan kering jika curah hujan menurun drastis,” jelas Lukman.

Tantangan KBB Hadapi Fenomena El Nino

Kondisi ini tentu menjadi tantangan berat mengingat KBB merupakan salah satu daerah penyangga pangan penting di Jawa Barat. Tahun lalu saja, produksi padi mencapai 274.221 ton gabah atau setara 147.424 ton beras.

Untuk mengantisipasi dampak El Nino, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi mitigasi. Salah satu langkah utama adalah mengarahkan petani untuk menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan. Contohnya adalah padi Inpago 8, jagung Bisi 18, hingga cabai Dewata 43.

“Kami juga anjurkan penggunaan teknik seperti mulsa untuk menjaga kelembapan tanah, serta penyesuaian jadwal tanam. Di wilayah yang sangat rawan, kami sarankan beralih menanam palawija yang lebih hemat air dibanding padi,” tambahnya.

Selain soal bibit dan pola tanam, dukungan infrastruktur juga terus digenjot. Pemerintah daerah telah menyalurkan ratusan unit pompa air dan terus membangun irigasi perpompaan serta sumur bor.

Baca juga: Viral Santri Mengadu ke KDM Soal Kerusakan Lingkungan di Bogor, Dedi Mulyadi Gercep Respon

“Sepanjang 2024-2025 sudah tersalurkan 393 unit pompa, dan tahun ini target tambah 125 unit lagi. Begitu juga dengan irigasi perpompaan, sudah ada 65 unit dan akan ditambah 19 unit baru,” paparnya.

Lukman juga mengimbau para petani untuk memanfaatkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai perlindungan jika terjadi gagal panen. Dengan sinergi yang baik antara petani, penyuluh, dan pemerintah, ia optimistis ketahanan pangan di KBB tetap bisa terjaga. Hal ini penting meski cuaca sedang tidak bersahabat. (Juhaeri/R6/HR-Online) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |