Warga Kawalu Tasikmalaya Protes, Pembangunan Dapur MBG Diduga Abaikan Pemberdayaan Lokal

1 day ago 14

harapanrakyat.com,- Sejumlah warga yang bermukim di sekitar lokasi dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Gununggede 2, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, menyatakan protes atas program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Baca juga: Warga di Kota Tasikmalaya Protes Pembangunan Salah Satu Dapur SPPG, Diduga Tak Berizin

Aksi protes ini dipicu oleh dugaan penutupan akses bagi warga setempat. Terutama dalam proses perekrutan karyawan maupun relawan di fasilitas pendukung Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Protes Warga Kawalu soal Pembangunan Dapur MBG

Ketua Forum Silaturahmi (Forsil) RT/RW Kota Tasikmalaya, Deden Tazdad mengungkapkan bahwa ketegangan bermula sejak tahap awal pembangunan. Menurutnya, pihak pengelola pada awalnya hanya memberikan surat pemberitahuan izin mendirikan bangunan di atas lahan yang disebut berada di bawah pengelolaan TNI.

“Awalnya hanya pemberitahuan izin saja ke RT setempat. Namun seiring berjalannya pembangunan, aspirasi warga agar bisa dilibatkan sebagai pekerja atau relawan di sana justru tidak diakomodir,” ungkapnya, Selasa (5/5/2026).

Deden menambahkan, kericuhan mulai pecah saat warga melihat adanya kegiatan bersih-bersih di lingkungan SPPG yang dilakukan oleh relawan luar. Padahal, warga setempat berharap pembangunan fasilitas tersebut mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi lingkungan sekitar melalui penyerapan tenaga kerja.

Baca juga: Wakil Kepala BGN Geram, SPPG Cimahi Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

Saat pihak RT dan pengurus setempat mencoba melakukan klarifikasi kepada manajemen di lapangan, mereka mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan. Pihak manajemen mengaku hanya menjalankan tugas dan menyebutkan bahwa seluruh proses perekrutan relawan sudah dikondisikan oleh atasan pihak Yayasan dapur tersebut.

Kondisi semakin memanas lantaran pihak yayasan yang bertanggung jawab atas pengelolaan dapur tersebut sulit dimintai penjelasan. “Kami sudah mencoba menghubungi pihak yayasan atas nama Bapak Dudi melalui telepon. Namun sampai saat ini yang bersangkutan sangat sulit dihubungi,” lanjut Deden.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu itikad baik dari pihak pengelola SPPG Gununggede 2. Mereka harap untuk duduk bersama melakukan sosialisasi dan memberikan kejelasan terkait keterlibatan warga lokal dalam operasional dapur tersebut. (Apip/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |