Pelangi selalu memukau siapa saja yang melihatnya, tetapi ternyata belum banyak yang mengetahui bagaimana bentuk pelangi sebenarnya. Lengkungan warna di langit tampak seperti lukisan alami yang sempurna dan mempesona.
Baca Juga: Urutan Warna Pelangi, Ketahui Arti beserta Cara Terbentuknya
Fakta sains menunjukkan pelangi memiliki struktur lebih dalam dari sekadar visual yang terlihat oleh kasat mata. Pengetahuan ini penting untuk memperluas wawasan mengenai fenomena optik alam yang sering muncul setelah hujan.
Bentuk Pelangi Sebenarnya secara Sains
Saat melihat pelangi di langit, yang tampak hanyalah lengkungan warna-warni. Namun kenyataannya pelangi bukanlah lengkungan 2 dimensi biasa. Pelangi terbentuk dari cahaya matahari yang terurai menjadi warna-warna spektrum ketika memasuki tetesan air di udara.
Setiap tetesan air berperan seperti prisma alami yang membelokkan cahaya putih dan membaginya menjadi komponen warna berbeda. Cahaya mengenai tetesan air lantas mengalami pembiasan serta pantulan internal, sehingga warna-warna tersebar dalam urutan tertentu.
Bentuk pelangi sebenarnya adalah lingkaran penuh cahaya, bukan sebuah busur yang hanya terlihat sebagian. Pelangi yang tampak di langit hanyalah potongan dari lingkaran itu. Sebab dari permukaan bumi, sebagian lingkaran pelangi tersembunyi di bawah horizon, sehingga hanya tampak busur berwarna.
Mengapa Pelangi Memiliki Lengkungan?
Jawaban atas bentuk pelangi sebenarnya terletak pada geometri optik. Ketika sinar matahari masuk ke tetesan air, cahaya itu dibiaskan dan dipantulkan. Hal ini menjadikan cahaya keluar dari tetesan pada sudut tertentu, sekitar 40°-42° dari arah asal cahaya. Variasi sudut ini per warna cahaya menghasilkan pita warna.
Baca Juga: Proses Terjadinya Pelangi, Lengkap dengan Penyebab dan Jenisnya
Setiap tetesan air yang memancarkan cahaya pelangi bagi pengamat berada pada permukaan sebuah kerucut imajiner. Titik puncak kerucut ini berada tepat di posisi pengamat, dan pelangi terlihat sebagai garis lengkung melingkar dari titik itu. Dengan demikian, bentuk pelangi sebenarnya bukan garis lengkung datar, melainkan hasil proyeksi 3D dari cahaya yang dipantulkan pada sudut konsisten.
Karena sebagian besar pelangi tersembunyi di balik horizon, mata hanya menangkap busur bagian atasnya. Ini memberi kesan bahwa pelangi benar-benar berbentuk lengkungan sederhana. Padahal seluruhnya adalah lingkaran penuh jika tidak ada halangan seperti bumi atau lanskap di bawahnya.
Urutan Warna-Warna Pelangi
Pelangi memperlihatkan urutan warna yang konsisten, sering diingat sebagai Mejikuhibiniu (Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Ungu). Urutan ini muncul karena setiap warna memiliki panjang gelombang berbeda. Lalu dibelokkan pada sudut yang sedikit berbeda saat cahaya melewati tetesan air.
Warna merah muncul di bagian luar lengkungan karena dibelokkan pada sudut lebih besar dibanding warna ungu yang berada di bagian dalam lengkungan. Semakin pendek panjang gelombang, semakin tajam pembelokannya. Hal ini menciptakan urutan warna yang khas.
Fenomena Variasi pada Pelangi
Tidak jarang terdapat fenomena variasi pada bentuk atau tampilan pelangi yang muncul di langit. Beberapa diantaranya sebagai berikut:
Pelangi Ganda
Terkadang terdapat dua busur warna pelangi yang tampak bersamaan di langit. Satu pelangi memiliki warna yang lebih jelas dan cerah, sedangkan pelangi lain tampak lebih samar. Pelangi ganda ini terbentuk dari pantulan dua kali dalam tetesan air hujan, menyebabkan salah satu pelangi dengan urutan warna terbalik.
Fenomena Pelangi Kembar
Pelangi kembar tampak ketika ada dua pelangi berbeda yang dihasilkan dari satu titik ujung. Pelangi ini tampak akibat cahaya mengenai massa udara dengan ukuran dan bentuk tetesan air yang berbeda. Hal ini menjadikan munculnya dua pelangi yang keduanya tampak dengan jelas.
Pelangi Kabut
Selain karena tetesan air hujan, pelangi juga dapat muncul akibat adanya uap air yang lebih lembut seperti kabut. Cahaya dalam pelangi kabut dibiaskan dan dipantulkan oleh kabut, menghasilkan warna yang relatif lebih redup. Terkadang warna-warna yang tampak juga hanya sebagian dengan sebagian besar berwarna putih lalu semburat warna merah dan biru.
Baca Juga: Pelangi Terbaik di Bumi, Terungkap Rahasia Alam Semesta
Mengetahui bentuk pelangi sebenarnya membuka wawasan baru tentang fenomena yang sering terlihat namun jarang kita pahami secara ilmiah. Pelangi sebenarnya bukan hanya bentuk lengkungan warna, melainkan lingkaran cahaya akibat interaksi cahaya dan tetesan air. Dengan memahami ini, kemunculan pelangi tak hanya jadi pengalaman visual, tetapi juga pembelajaran sains yang menakjubkan. (R10/HR-Online)

13 hours ago
7

















































