Napak Tilas Bale Panyawangan Diorama Purwakarta

20 hours ago 8

Bale Panyawangan Diorama Purwakarta merupakan gedung museum yang menampakkan sejarah Indonesia. Di dalamnya, terdapat berbagai jejak sejarah mulai dari zaman prasejarah, awal kerajaan, perkembangan kerajaan Islam hingga masuknya penjajahan atau VOC dan lainnya. Setiap diorama disusun secara runtut dan informatif, sehingga memudahkan pengunjung untuk memahami alur sejarah bangsa dari masa ke masa. 

Baca Juga: Makam Mama Sempur Purwakarta Destinasi Wisata Religi di Jawa Barat

Menelusuri Jejak Masa Lalu Lewat Bale Panyawangan Diorama Purwakarta

Museum Bale Panyawangan Purwakarta memiliki berbagai keistimewaan. Salah satu daya tariknya adalah pengemasan materi dengan konsep yang lebih modern, ketersediaan tempat nyaman dan menyenangkan hingga digital interaktif untuk memanjakan pengunjung. Gedung sejarah ini berada di Jl. K.K Singawinata, Nagri Tengah, Kec. Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. Bertempat di pusat kota, gedung tersebut bisa jadi opsi terbaik untuk mengenal sejarah bangsa lewat jejak masa lalu. 

Arti Penamaan Gedung

Dalam sejarahnya, nama Bale Panyawangan memiliki arti yang cukup menarik. Penamaan gedung ini digagas langsung oleh bapak bupati. Di mana, gedung berarti sebuah penerawangan atau kembali menelusuri perjalanan di masa lalu. Ketika berada di gedung tersebut, semua pengunjung bisa merasakan atmosfer yang terjadi, sesuai gambaran dalam arsip Bale Panyawangan. 

Sejarah Museum Panyawangan

Pembangunan Bale Panyawangan Purwakarta digagas oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyati. Peresmian gedung ini berlangsung pada 21 Februari 2015. Awalnya, pembangunan gedung bertujuan untuk mengangkat peranan arsip sebagai salah satu bagian penting dalam proses kehidupan berbangsa serta bernegara. 

Baca Juga: Situ Wanayasa Purwakarta, Ada Pulau di Tengah Danau

Bale Panyawangan Diorama Purwakarta menjadi media yang mengungkap sejarah Purwakarta berikut perkembangannya dari masa ke masa. Perjalanan sejarah ini tampil lewat perpaduan seni, arsip hingga teknologi. Cara tersebut dinilai sebagai metode terbaik yang mudah dipahami, dipelajari dan menarik bagi masyarakat.

Museum Bale Panyawangan Purwakarta tak bisa dilepaskan dari sejarah Gedung Kembar. Gedung ini merupakan salah satu area yang digunakan sebagai lokasi museum. Gedung Kembar sendiri merupakan landmark dari Kota Purwakarta yang sudah berdiri sejak masa penjajahan. 

Sebagai informasi, Bale Panyawangan dan Gedung Kembar berada di kawasan yang sama dengan letak berdampingan. Konsep kedua bangunan mengusung arsitektur gaya klasik Eropa, pembangunannya sekitar abad ke 19. Lebih tepatnya ketika Purwakarta masuk ke Karesidenan Kerawang sekitar tahun 1854. 

Pada saat itu, Purwakarta merupakan ibukota Karesidenan. Sementara pembangunan Bale Panyawangan sengaja untuk memperindah tampilan kota. 

Beberapa sumber menyebutkan bahwa gedung ini dulunya adalah toko sepatu. Konon katanya, pemilik toko sepatu tersebut adalah orang Indonesia keturunan Cina. Ada pula yang menyebut bahwa gedung merupakan gerbang menuju arah stasiun kereta dan sempat menjadi studio foto pada masa penjajahan Jepang di Nusantara.  

Ruangan di Bale Panyawangan

Sebagai informasi, Bale Panyawangan Diorama Purwakarta terbuka untuk umum, mulai hari Senin hingga Jumat pukul 09.00-15.00 WIB. Sementara Sabtu dan Minggu buka pukul 09.00-13.00 WIB. Ketika berkunjung, ada sembilan ruangan menarik, sebagai berikut. 

  • Bale Prabu Maharaja LinggaBhuwana: Menampilkan sejarah tentang tatar Sunda.
  • Bale Prabu Dewaniskala: Menampilkan searah Purwakarta pada masa pengaruh Kerajaan Mataram hingga VOC dan Hindia Belanda. Sejarah tempat ini menampilkan rentang waktu sekitar tahun 1920 hingga 1799.
  • Bale Prabu Niskala Wastukancana: Merupakan hall of frame yang menampilkan sosok pemimpin di Purwakarta. 
  • Bale Prabu Nigratwangi: Menampilkan sejarah Purwakarta pada masa Hindia Belanda, sekitar tahun 1800 hingga 1942.
  • Bale Prabu Jayaningrat: Menampilkan sejarah Purwakarta pada masa pergerakan nasional hingga masa pendudukan Jepang. 
  • Bale Prabu Ratudewata: Menyajikan jejak Purwakarta pada masa kemerdekaan sekitar tahun 1945-950. Jejak ini menampilkan peristiwa Rengasdengklok dan zaman Demokrasi Liberal sekitar tahun 1950 hingga 1959.
  • Bale Prabu Nilakendra: Menyajikan sejarah Purwakarta pada masa Demokrasi terpimpin sekitar 1959 hingga 1967.
  • Bale Prabu Surawisesa: Menampilkan jejak Purwakarta pada masa 1968 hingga 1998 serta Era Reformasi yang berlangsung mulai 1998 hingga sekarang ini. 
  • Bale Ki Pamanah Rasa: Menampilkan gambaran Digjaya Purwakarta Istimewa tahun 2008-2018.

Baca Juga: Arsitektur Indische Empire Style dan Sejarah Bangunannya di Purwakarta

Pendirian Bale Panyawangan Diorama Purwakarta merupakan bentuk keberadaban suatu bangsa. Bale Panyawangan Diorama Purwakarta ini menjadi bukti penting bagaimana puing-puing sejarah di Kabupaten Purwakarta. Materi di dalamnya terkemas dengan bentuk yang lebih modern dan atraktif, sehingga relevan bagi berbagai kalangan usia. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |