harapanrakyat.com,- Foto ruang kelas rusak dan lingkungan kumuh SMPN 2 Ngamprah, Desa Tanimulya, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat viral di media sosial hingga menjadi sorotan publik.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan KBB, Edy Syafrudin, langsung melakukan inspeksi mendadak ke sekolah, Rabu (19/8/2026). Kunjungan itu dilakukan atas arahan Bupati KBB untuk memastikan penanganan kerusakan benar-benar berjalan.
Baca Juga: Kopi Java Halu Asal Bandung Barat Tembus Pasar Eropa, Ekspor 26 Ton Senilai Rp 4 Miliar
Edy mengatakan, sejumlah fasilitas mulai diperbaiki setelah kondisi sekolah menjadi perhatian. Papan tulis putih sudah diganti, sedangkan pintu kamar mandi telah diukur dan ditargetkan selesai diperbaiki dalam beberapa hari.
Namun, persoalan kebersihan lingkungan sekolah masih menjadi pekerjaan rumah. Tumpukan material bangunan dan sampah masih terlihat berserakan di sekitar lapangan olahraga.
“Kebersihan belum ditindaklanjuti. Masih kotor dan kumuh, wajib selesai minggu ini,” tegas Edy saat berada di lokasi.
SMPN 2 Ngamprah Viral karena Kumuh, Ternyata Pernah Raih Predikat Sekolah Adiwiyata Nasional
Padahal, SMPN 2 Ngamprah pernah meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat nasional pada 2024. Karena itu, Edy meminta pihak sekolah segera membenahi kondisi lingkungan agar kembali sesuai dengan standar kebersihan yang pernah dicapai.
Selain soal kebersihan, Edy mengingatkan pihak sekolah agar memanfaatkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara optimal untuk pemeliharaan fasilitas.
Menurutnya, sesuai ketentuan, sebagian dana BOS dapat digunakan untuk perbaikan ringan, seperti memperbaiki pagar, bangku, maupun fasilitas sekolah lainnya.
“Dana BOS bisa dimanfaatkan untuk perbaikan ringan,” katanya.
Terkait kabar siswa ikut memperbaiki dinding kelas yang copot, Edy memastikan kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama. Ia menegaskan tidak ada unsur paksaan terhadap siswa.
“Atas izin orang tua dan guru, disepakati bersama siswa. Tidak ada unsur pemaksaan,” jelasnya.
Sementara untuk kerusakan yang membutuhkan penanganan lebih besar, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiapkan program rehabilitasi. Sebanyak tiga ruang kelas SMPN 2 Ngamprah direncanakan mendapat perbaikan melalui APBD murni atau APBD perubahan tahun 2026.
“Arahan Bupati jelas, kerusakan ini harus diperbaiki secara tuntas,” ujar Edy.
Kepala SMPN 2 Ngamprah, Agus Samsu Permana, mengatakan pihak sekolah selama ini tetap melakukan pemeliharaan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Ia menyebut dana BOS telah dialokasikan untuk perawatan ringan, seperti memperbaiki kunci dan bangku yang mengalami kerusakan.
Baca Juga: Genjot PAD, Komisi II DPRD KBB Minta Bapenda Tak Hanya Andalkan Kenaikan NJOP
“Perawatan sudah dianggarkan di BOS, hanya skala kecil,” ujarnya. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

3 hours ago
9

















































