Teja Paku Alam Tak Masuk Nominasi Kiper Terbaik, Kenapa?

12 hours ago 11

harapanrakyat.com,- Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam punya catatan clean sheet terbaik diantara kiper lain sepanjang musim Super League 2025/2026. Sayangnya Teja Paku Alam tak masuk dalam nominasi kiper terbaik untuk musim. 

Padahal secara statistik, Teja unggul dari kiper-kiper lainnya. Selama bermain untuk Persib di musim ini saja, ia bisa mencatatkan 17 clean sheet dari 30 pertandingan yang ia ikuti. 

Dengan kata lain, Teja bisa menjaga gawang Persib lebih dari separuh laga di Super League 2025/2026. Ini menjadikannya sebagai kiper dengan pertahanan paling baik jika dibandingkan dengan kiper dari klub lain.

Baca Juga: Menjelang Laga Krusial Persib Bandung vs Persijap Jepara, Polisi Sita Ratusan Flare  

Rincian Nominasi Kiper Terbaik Super League 2025/2026

Dari daftar nominasi yang beredar, ada tiga nama yang masuk dalam kategori kiper terbaik selama Super League 2025/2026. Nama pertama adalah Nadeo Argawinata, ia merupakan kiper dari Borneo FC dengan catatan 12 clean sheet. 

Nama selanjutnya adalah Igor Rodrigues, kiper dari Persita Tangerang. Igor mencatatkan clean sheet sebanyak 9 kali, membuat Persita bisa masuk klasemen papan atas dengan minim kebobolan. 

Terakhir adalah Cahya Supriadi, kiper dari PSIM Yogyakarta. Cahya berhasil mencatatkan 8 clean sheet selama musim ini berjalan. 

Baca Juga: Umuh Muchtar Minta Bobotoh Tertib di Laga Pamungkas Persib Bandung vs Persijap Jepara 

Kenapa Teja Tak Masuk Nominasi?

Meski dominan dalam clean sheet, namun Teja kalah jika melihat statistik jumlah penyelamatan. Statistik penyelamatan ini kemungkinan jadi indikator dari I.League untuk memilih kiper terbaik. 

Apabila melihat statistik ini, Nadeo unggul dengan perolehan 130 penyelamatan dalam 33 laga yang berlangsung. Cahya Supriadi sendiri melakukan penyelamatan sebanyak 103 kali, serupa dengan Igor Rodrigues, membuat keduanya masuk nominasi bersamaan. 

Berbeda dengan Teja, meski mencatatkan clean sheet terbaik, ia hanya memiliki 65 penyelamatan dalam statistik yang ada. Ia pun hanya mengikuti 30 pertandingan, membuat penilaiannya ikut turun. 

Data ini menunjukkan bahwa catatan clean sheet yang impresif tak hanya jadi indikator performa kiper. Aspek-aspek lain seperti penyelamatan dan jumlah keikutsertaan dalam pertandingan juga berpengaruh. 

Kiper dengan tim yang pertahanannya kuat, besar kemungkinan lebih aman dari ancaman. Kemungkinan inilah yang menjadi penyebab mengapa Teja tak memiliki statistik penyelamatan yang tinggi. 

Baca Juga: Buat Bobotoh yang Gagal Dapat Tiket, Ini Titik Nobar Persib di Garut

Sebaliknya tim dengan pertahanan yang lebih rapuh harus berusaha keras. Sebab kiper harus memastikan tak ada gol yang nantinya bisa membuat lawan memperoleh poin. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |