harapanrakyat.com,- Rekaman rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Garut, Jawa Barat, terkait pembahasan anggaran rehabilitasi dan perbaikan jalan bocor ke publik.
Dalam rekaman tersebut, pembahasan anggaran perbaikan jalan di sejumlah wilayah Garut berlangsung cukup panas. Sejumlah anggota dewan menyampaikan interupsi dan mempertanyakan alokasi anggaran yang dinilai belum berpihak kepada wilayah pelosok.
Salah satu anggota DPRD bahkan terdengar mempertanyakan tidak masuknya jalan raya Banjarwangi dalam daftar prioritas perbaikan tahun 2026. Ia juga menyinggung janji kepala daerah terkait perbaikan jalan tersebut.
“Ini yang lebih penting, tidak perlu kunjungan ke luar kota dulu. Dari anggaran Rp296 miliar, Rp160 miliar ada di Dapil 6, atau ada di wilayah kelahiran Kadis. Dan di Banjarwangi, siapa dewan yang belum pernah menginjak Banjarwangi, bagaimana itu jalannya? Nah, bagaimana dasarnya Banjarwangi sampai tidak masuk, padahal janji Bupati kepada Banjarwangi, dan Kadis itu tahun 2025 janjinya tahun 2026 pasti akan dibangun,” demikian suara dalam rekaman yang diperoleh harapanrakyat.com, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Kebakaran Lahan di Garut Nyaris Hanguskan Pemukiman Padat Penduduk
Pernyataan Anggota DPRD Garut Dalam Rekaman Rapat Banggar yang Bocor ke Publik
Dari suara dalam rekaman, muncul dugaan anggota DPRD yang menyampaikan protes tersebut adalah Agus Sutarman dari Fraksi Gerindra.
“Saya belum bisa buka yang tahun 2027. Saya ingin pertanyakan, Banjarwangi saya jadi miris, ada dua lembar di Dapil Cisewu, Pakenjeng, sementara Banjarwangi tidak ada. Dasarnya dari mana menentukan ini? Betul kata Pak Iman, coba cek Banjarwangi dan Singajaya ada tidak? Saya kira ini tidak akan tuntas, karena ketidakberpihakan dan ketidakobjektifan,” kata Agus dalam rekaman.
Dalam pembahasan itu, Agus juga menyinggung kondisi Jalan Banjarwangi yang sebelumnya menjadi lokasi aksi protes warga. Jalan tersebut sempat digunakan warga untuk memancing ikan dan ditanami pohon sebagai bentuk kekecewaan karena tak kunjung diperbaiki.
“Janji Bupati itu bagus, muka saya mau ditaruh di mana? Sudah dikasih video mancing ikan, sudah dipakai nanam pohon, sudah ada di media, apakah tidak peka Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas PUPR yang menanganinya. Fraksi Gerindra akan menolak, demi masyarakat, uangnya uang rakyat, masa tidak diberikan lagi kepada masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Kecelakaan Tunggal Mikro Bus Terbalik di Garut, 6 Orang Luka-Luka
Selain mempertanyakan jalan Banjarwangi, dalam rekaman tersebut anggota Banggar juga menyoroti alokasi anggaran rehabilitasi jalan yang mencapai ratusan miliar rupiah.
Salah satu yang dipertanyakan yakni banyaknya anggaran yang diarahkan untuk jalan desa. Selain itu, anggota dewan mempertanyakan sejumlah pekerjaan yang disebut menggunakan mekanisme penunjukan langsung (PL), bukan melalui lelang.
“Saya minta penjelasan, terkait desa kok bisa banyak, PL semua. Kata kawan saya kok sampai di-PL-kan, ini jalan desa. Kan yang paling penting jalan kabupaten. Banjarwangi tidak dibangun. Kenapa tidak jalan kabupaten dulu? Sampai Rp5 miliar itu di Pakenjeng jalan desa. Rp160 miliar ada di tempat kelahiran Kadis, sisanya Rp140 miliar dibagi lima dapil. Mau bijak bagaimana? Mau merata bagaimana?” ujarnya.
Ajak Dinas PUPR Garut Melihat Langsung Kondisi Jalan Banjarwangi
Tidak masuknya Jalan Banjarwangi dalam daftar perbaikan 2026 juga membuat anggota Banggar meminta Dinas PUPR dan peserta rapat melihat langsung kondisi jalan tersebut.
Bahkan, ia menyarankan agar rombongan menggunakan sepeda motor supaya dapat merasakan langsung kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Yang masih bagus kayak di kota malah ditimpa lagi, dibaguskan lagi. Kenapa ke pelosok tidak? Ke Banjarwangi? Lanjutan-lanjutan Rp17 miliar, Rp10 miliar dilanjut, sementara Banjarwangi tidak. Coba ada keberpihakan ke Banjarwangi,” katanya.
“Kalau tidak percaya ayo kita ramai-ramai ke jalan Banjarwangi sekarang. Mau pakai motor biar sakit badan atau mau pakai mobil? Kan pada punya mata, ada UPT yang laporan. Ini tahun 2025 janji, makanya setiap Banggar saya tanya, di tahun 2026 tidak dibangun,” lanjutnya.
Agus Sutarman Akui Kecewa
Saat dikonfirmasi, Agus Sutarman tidak membantah bahwa suara tersebut merupakan dirinya. Ia juga membenarkan dirinya sempat menyampaikan keberatan dalam rapat Banggar karena jalan Banjarwangi kembali tidak masuk rencana perbaikan tahun 2026.
Agus Sutarman mengaku dirinya memang kecewa dalam rapat Banggar tersebut. Ia mengatakan usulan perbaikan Jalan Banjarwangi telah disampaikan sejak 2025.
Menurutnya, sebelumnya terdapat janji dari kepala daerah bahwa perbaikan jalan tersebut akan dilakukan pada 2026.
“Dari tahun 2025 sudah mengusulkan, bahkan janji dari Bupati/wakil terpilih. Dengan alasan baru dilantik, wajar. Lalu janji tahun 2026, nah di tahun ini juga tidak ada,” kata Agus saat dihubungi.
Ia menjelaskan rapat Banggar yang menjadi sumber rekaman tersebut berlangsung pada 24 Juli 2026. Agus menegaskan kekecewaan itu muncul karena aspirasi masyarakat Banjarwangi kembali belum masuk dalam rencana perbaikan.
“Makanya saya marah. Fraksi Gerindra saja yang kecewa, karena yang identik dari fraksi saya saja,” ujarnya.
Terkait beredarnya rekaman rapat, Agus mengaku tidak mengetahui siapa yang menyebarkannya.
Menurutnya, persoalan Jalan Banjarwangi saat ini memang menjadi perhatian masyarakat. Ia khawatir kondisi tersebut justru membuat masyarakat menilai anggota DPRD daerah pemilihan setempat tidak memperjuangkan perbaikan jalan.
“Tidak tahu bocor dari mana. Tapi saat ini masyarakat banyak membully Bupati, wakil tentang Banjarwangi. Tapi bukan tidak memperjuangkan sebagai dewan dapil, ini kan sudah diperjuangkan. Jangan sampai masyarakat menuduh dewan tidak ada perjuangan untuk rehabilitasi Jalan Banjarwangi,” pungkasnya. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

11 hours ago
8

















































