Kabar MSCI hapus GOTO dari indeks global langsung tuai sorotan publik. Pengelola indeks global ini hapus GOTO dari jajaran saham pasca menyelesaikan tinjauan untuk periode Agustus 2026. Penghapusan nantinya akan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan di tanggal 31 Agustus 2026.
Baca Juga: Saham BBRI Berpeluang Reli, JP Morgan Ungkap Sejumlah Katalis Positif
Alasan MSCI Hapus GOTO dari Indeks Global
Dalam review Agustus, MSCI memutuskan mengeluarkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Indonesia Investable Market Index. Penghapusan tersebut mengacu pada harga sistem terendah dari mata uang perdagangan saham terkait. MSCI menyebut persoalan index replicability sebagai pertimbangan utama.
Sederhananya, kondisi perdagangan saham yang terlalu rendah likuiditasnya dapat menyulitkan pengelola dana untuk meniru komposisi indeks secara efektif. Saham GOTO sendiri telah berada di level Rp50 sejak pertengahan Mei lalu. Ini merupakan harga minimum yang berlaku di papan perdagangan utama Bursa Efek Indonesia.
Kondisi tersebut tidak hanya mencerminkan tekanan terhadap harga saham. Lebih dari itu, MSCI menilai berhubungan dengan rendahnya likuiditas. Ketika saham berada di batas bawah dan aktivitas jual beli terbatas, investor berbasis indeks dapat menghadapi kesulitan. Terutama dalam melakukan transaksi pada jumlah yang dibutuhkan.
Masalah Likuiditas Jadi Perhatian Sejak Lama
Persoalan likuiditas GOTO sebenarnya sudah menjadi perhatian sebelum keputusan terbaru rilis. Pada tinjauan Mei 2026, MSCI sempat membekukan perubahan terhadap posisi GOTO. Khususnya karena mempertimbangkan potensi masalah dalam replikasi indeks. Evaluasi kemudian berlanjut pada review Agustus.
Baca Juga: Saham BBCA Naik 4 Persen, Transaksi Jumbo Rp1,2 Triliun Jadi Sorotan Pasar
Artinya, keputusan MSCI hapus GOTO dari indeks global bukan muncul secara tiba-tiba. MSCI sebelumnya telah memberikan waktu untuk melihat apakah kondisi perdagangan saham GOTO dapat membaik. Hanya saja, saham tersebut tetap menghadapi persoalan likuiditas hingga periode evaluasi berikutnya.
Dampak bagi Investor dan Dana Pasif
Keluarnya GOTO dari indeks MSCI tentu berpotensi memengaruhi investor yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan. Dana pasif atau produk investasi yang mengikuti komposisi indeks pada prinsipnya perlu menyesuaikan portofolio. Apalagi ketika terjadi perubahan konstituen secara signifikan.
Kondisi ini menjadi semakin menarik karena sebelumnya GOTO memiliki bobot yang cukup berarti dalam indeks Indonesia. Reuters melaporkan bahwa kapitalisasi pasar GOTO telah turun jauh dari puncaknya sekitar US$29 miliar menjadi sekitar US$3,2 miliar. Sementara sahamnya tertahan di Rp50.
Di sisi lain, penghapusan GOTO dari indeks global oleh MSCI tidak otomatis berarti nilai fundamental perusahaan menjadi nol. Keputusan MSCI dalam kasus ini berkaitan dengan kelayakan saham untuk mereka replikasi dalam indeks. Khususnya dari sisi likuiditas dan kondisi perdagangan.
Upaya GOTO Memperbaiki Harga Saham
GOTO sebelumnya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperbaiki kondisi sahamnya. Salah satunya adalah rencana buyback saham hingga Rp3,5 triliun. Mekanismenya berlangsung dengan pembahasan mengenai kemungkinan reverse stock split untuk meningkatkan harga nominal saham.
Langkah tersebut menjadi penting karena harga Rp50 telah menjadi kendala utama yang membuat likuiditas saham jadi perhatian. Namun, efektivitas strategi tersebut tetap bergantung pada kondisi pasar dan bagaimana investor merespons langkah perusahaan. Manajemen GOTO terus berupaya mengatur waktu pelaksanaan aksi korporasi.
Baca Juga: Saham Blue Chip Tertekan, Inilah Prediksi Rebound Semester II di Tahun 2026
MSCI hapus GOTO dari indeks global akan menjadi babak baru bagi emiten teknologi tersebut. Hasil perubahan imbas aksi MSCI hapus GOTO dari indeks saham akan efektif setelah penutupan perdagangan akhir Agustus mendatang. Sehingga pelaku pasar masih memiliki waktu untuk mencermati dampak rebalancing terhadap perdagangan saham GOTO. (R10/HR-Online)

9 hours ago
8

















































