Benteng Otanaha Gorontalo merupakan peninggalan penguasa Gorontalo dengan bangsa Portugis yang memiliki nilai historis tinggi. Situs budaya ini juga menjadi bagian sejarah Indonesia yang kini menjadi destinasi wisata menarik. Berikut akan kita bahas lebih lanjut mengenai sejarah dari tempat ini hingga bagaimana gaya arsitekturnya.
Baca Juga: Monumen Jalesveva Jayamahe, Gambaran Kekuatan Maritim Indonesia Era Orde Baru
Mengenal Sejarah Pembangunan Benteng Otanaha Gorontalo
Benteng Otanaha mungkin tidak terdengar asing lagi bagi sebagian orang terutama bagi mereka di Sulawesi. Apalagi peninggalan sejarah yang sudah menjadi cagar budaya ini merupakan salah satu destinasi wisata populer. Tempat ini pun sudah sukses menarik banyak wisatawan termasuk wisatawan dari berbagai wilayah lainnya.
Bangunan pertahanan ini berdiri di atas bukit di Kelurahan Dembe 1, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Selain Otanaha di lokasi ini juga terdapat dua benteng yang saling berhubungan yaitu Otahiya dan Ulupahu. Untuk mencapai Otanaha yang merupakan benteng utama, pengunjung harus melewati Otahiya dan Ulupahu terlebih dahulu.
Menurut informasi yang beredar, tempat ini dibangun pada 1522 dan pada tahun 1585 anak Raja Ilato bernama Naha menemukannya. Nama Otanaha sendiri berasal dari dua kata yaitu Ota yang artinya benteng dan Naha adalah nama penemunya. Sementara itu nama Otanaha dan Ulupahu adalah nama istri dan anak dari sang penemu tersebut.
Hasil Kerja Sama dengan Portugis
Pembangunan Benteng Otanaha Gorontalo ini tidak terlepas dari kedatangan bangsa Portugis yang berburu rempah-rempah. Awalnya Portugis mendatangi Kerajaan Limboto usai terusir dari Ternate setelah mendapat serangan dari kerajaan lokal. Limboto sendiri merupakan salah satu kerajaan dari konfederasi Lima Kerajaan bersama Gorontalo, Bone, Boalemo, dan Atinggola.
Baca Juga: Batik Trusmi Cirebon, Jejak Warisan Kesultanan dan Dakwah Wali Songo
Awak kapal Portugis kemudian menemui Raja Ilato yang saat itu memang tengah berkuasa. Dari pertemuan tersebut tercapai beberapa kesepakatan, salah satunya yaitu membangun tiga benteng pertahanan di perbukitan. Tujuannya yaitu untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negeri termasuk untuk melindungi bangsa Portugis itu sendiri.
Raja Ilato kemudian membangun tiga benteng yang kita kenal sebagai Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu. Seiring waktu, rakyat Gorontalo kemudian menyadari bahwa orang Portugis hanya memanfaatkan mereka dan memutuskan mengusirnya. Kemudian tahun 1585, anak Raja Ilato, Naha yang berasal dari perantauan menemukan Benteng Otanaha Gorontalo ini.
Arsitektur yang Kuno dan Unik
Ketiga benteng pertahanan ini memiliki tampilan kuo dan unik dengan bentuk lingkaran atau oval tanpa atap. Khusus Otanaha yang merupakan benteng induk atau utama bentuknya menyerupai angka delapan. Masing-masing dari ketiga benteng tersebut pun memiliki diameter yang terbilang tidak terlalu besar yaitu 20 meter.
Keunikan dari tempat pertahanan ini yaitu menggunakan berbagai bahan tradisinonal untuk membuat struktur bangunanannya. Strukturnya menggunakan batuan alam, pasir, bahkan konon katanya menggunakan putih telur burung Maleo sebagai bahan perekat alami. Di sekeliling dinding tebal benteng ini pun terdapat celah simetris yang berfungsi untuk mengintai dan membidikkan senjata.
Benteng Otanaha Gorontalo sendiri berada di atas bukit dan menghadap langsung ke arah Danau Limboto. Karena itu untuk mencapainya pengunjung harus melewati ratusan anak tangga terlebih dahulu. Posisinya yang cukup strategis tersebut dulunya sangat membantu dalam memantau pergerakan musuh dari jauh.
Daya Tarik Keindahan Alam9i
Selain memiliki keindahan arsitektur khas dan unik, benteng ini juga menyajikan keindahan alam yang menawan. Dari atas benteng, pengunjung bisa melihat keindahan Danau Limboto yang luas dan pastinya indah. Selain itu terlihat pula wilayah perbukitan Gorontalo hingga lanskap kota yang penuh dengan perumahan warga.
Saat sore hari, benteng ini juga menjadi spot terbaik untuk menyaksikan keindahan matahari terbenam. Pengunjung bisa melihat cantiknya langit biru yang berubah perlahan menjadi kemerahan sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Berkat daya tarik tersebut tidak heran jika tempat bersejarah ini menjadi destinasi yang kian populer.
Baca Juga: Benteng Marlborough Bengkulu, Benteng Inggris Terbesar Kedua di Asia
Benteng Otanaha Gorontalo bukan menjadi cagar budaya sekaligus wisata sejarah biasa. Tempat ini menjadi bukti kedatangan bangsa Portugis serta usahanya untuk menguasai rempah-rempah di tanah air. Selain itu situs bersejarah ini pun menjadi saksi perjuangan rakyat Gorontalo dalam mengusir bangsa Portugis. Kini Benteng Otanaha menjadi harta penting yang harus selalu dilindungi di Gorontalo. (R10/HR-Online)

8 hours ago
6

















































