Penemuan Fosil Musango matusadonaensis, Spesies Dinosaurus Baru di Zimbabwe

1 hour ago 7

Penemuan fosil Musango matusadonaensis sita perhatian kalangan paleontolog internasional. Hal ini karena fosil tersebut kedapatan milik spesies dinosaurus baru yang ada di Zimbabwe. Usianya pun diperkirakan 210 juta tahun lalu.

Baca Juga: Penemuan Bersejarah Fosil Ular Zaman Kapur dengan Kualitas Tiga Dimensi

Adanya temuan ini, tim peneliti menyebutnya mampu menambah wawasan baru mengenai evolusi awal dinosaurus yang ada di selatan Afrika. Karena hal itu, kalangan peneliti sangat semangat dalam mempelajarinya. Untuk informasi selengkapnya, cek di bawah ini.

Penemuan Fosil Musango matusadonaensis di Zimbabwe

Temuan spesies baru ini sudah terpublikasi di Journal of Systematic Palaeontology. Penemuannya terjadi di Zimbabwe utara. Lebih tepatnya di tepi Danau Kariba.

Temuannya sendiri sebenarnya sudah berlangsung pada tahun 2018. Namun tim paleontolog berhasil identifikasi dan mendeskripsikannya baru-baru ini. Karena temuan tersebut, tim peneliti jadi bisa tahu bahwa kawasan ini mempunyai ekosistem lebih beragam daripada yang diduga selama ini.

Di awal penemuannya, fosil-fosilnya digali oleh kalangan ilmuwan yang mencangkup peneliti dari Zimbabwe, Inggris dan Afrika Selatan. Fosilnya pun terbilang lengkap sebab masih mempertahankan bagian tulang rusuk, tulang belakang, tulang kaki hingga anggota tubuh. Lewat penelitian secara lebih mendalam, peneliti bisa tahu bahwa fosil ini milik spesies dinosaurus kelima dari negara tersebut.

Karakteristik Musango matusadonaensis

Setelah berhasil mengidentifikasi penemuan fosil Musango matusadonaensis, tim peneliti lantas mengungkap karakteristiknya. Spesies ini ternyata memiliki tinggi mencapai 4,5 meter. Hidupnya di periode Trias Akhir. Saat itu dinosaurus sudah mulai menyebar ke penjuru planet namun belum jadi hewan daratan yang mendominasi.

Karena karakteristik tersebut, tim peneliti juga mengklasifikasikannya sebagai sauropodomorph awal. Tak lain adalah nenek moyang hewan purba dengan kaki dua. Lalu berevolusi jadi spesies purba dengan leher panjang dan berukuran raksasa. Hal ini tak terkecuali Diplodocus selang jutaan tahun setelahnya.

Dari analisis fosilnya, tim peneliti juga bisa tahu bahwa spesies ini hampir sepenuhnya dewasa saat mati. Lalu di awal kehidupannya, tim peneliti menyebutnya berhasil selamat dari cedera serius ataupun infeksi. Karena hal itu, spesies ini bisa tumbuh sampai beranjak dewasa sebelum akhirnya mati.

Baca Juga: Penemuan Fosil Cargninia enigmatica, Spesies Reptil Hidup di Trias Akhir

Menantang Pemahaman Lama tentang Dinosaurus di Afrika Selatan

Ternyata penemuan fosil Musango matusadonaensis turut menantang pemahaman lama mengenai spesies purba di Afrika bagian selatan. Hal ini sebagaimana penjelasan dari Paul Barrett selaku penulis utama penelitian sekaligus peneliti senior yang ada di Museum Sejarah Alam London. Ia menyebut bahwa sebelumnya spesies purba di Afrika Selatan dinilai datang dari komunitas relatif seragam.

Akan tetapi, hasil penelitian mengungkap hal berbeda. Dalam hasil penelitian terbaru menyebut bahwa wilayah selatan Afrika ini mencangkup sejumlah ekosistem yang berbeda. Tiap ekosistem tersebut memiliki spesies hewan purba yang juga berbeda.

Hal ini pun memperlihatkan bahwa informasi seputar masa prasejarah di Afrika memang masih minim. Baik itu saat menelitinya dari penemuan fosil Musango matusadonaensis maupun fosil di Zimbabwe lainnya. Karena hal itu, masih ada kemungkinan ada spesies hewan purba lain yang belum terungkap.

Penemuan Fosil Dinosaurus Lainnya di Zimbabwe

Fosil Musango matusadonaensis bukanlah satu-satunya fosil yang ditemukan di Zimbabwe. Hal ini karena masih ada penemuan sejumlah fosil spesies hewan purba lainnya di kawasan tersebut. Adapun salah satunya ialah Musankwa sanyatiensis.

Musankwa sanyatiensis jadi spesies hewan purba keempat yang teridentifikasi dari kawasan Danau Kariba di Zimbabwe. Hasil temuannya pun sudah ada di jurnal Acta Palaeontologica Polonica. Saat itu penelitiannya dilakukan tim ilmuwan internasional yang berasal dari University of the Witwatersrand, Natural History Museum of Zimbabwe serta Stony Brook University.

Sosok yang memimpin penelitian tersebut ialah Profesor Paul Barrett asal Natural History Museum London. Dalam mengidentifikasi Musankwa sanyatiensis, tim peneliti menganalisis sisa-sisa kaki belakang tunggalnya. Hal ini termasuk tulang pergelangan kaki, tulang paha dan tulang kering.

Baca Juga: Penemuan Uragasaurus kalasinensis, Spesies Dinosaurus Berleher Panjang

Berkaitan dengan penemuan fosil Musango matusadonaensis maupun fosil spesies lain yang juga di Zimbabwe, tim peneliti masih terus mempelajarinya. Tim peneliti juga masih mendalami dan menelitinya secara detail. Harapannya, tim peneliti bisa dapatkan penemuan fosil seperti halnya Musango matusadonaensis tadi di wilayah Zimbabwe yang sebelumnya masih misterius. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |