Aplikasi Batang InvesTA menjadi inovasi Pemerintah Kabupaten Batang dalam memperkuat ekosistem investasi melalui layanan berbasis digital. Platform ini hadir untuk memberikan akses informasi yang lebih praktis kepada calon investor sekaligus membantu mengurangi hambatan birokrasi dalam proses penanaman modal. Peluncurannya menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang lebih terbuka.
Baca Juga: Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Permudah Berbagi Setiap Hari
Aplikasi Batang InvesTA Dorong Layanan Investasi Lebih Efisien
Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan Aplikasi Batang InvesTA ini melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Kehadirannya membawa pendekatan baru dalam pelayanan investasi karena calon investor dapat memperoleh informasi tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pemerintahan.
Platform ini hadir untuk mengintegrasikan berbagai informasi terkait investasi Kabupaten Batang. Data mengenai peluang investasi, lokasi potensial, hingga informasi pendukung lainnya dapat diakses melalui satu layanan.
Konsep tersebut membuat proses pencarian informasi menjadi lebih sederhana. Investor dapat melakukan pengecekan awal sebelum mengambil keputusan penting, terutama ketika berkaitan dengan lokasi dan rencana pembangunan.
Membantu Investor Memilih Lokasi yang Sesuai
Salah satu persoalan yang ingin pemerintah tekan melalui layanan ini adalah kesalahan dalam memilih lahan. Sebelumnya, calon investor berpotensi membeli tanah terlebih dahulu sebelum mengetahui apakah lokasi tersebut sesuai dengan ketentuan tata ruang untuk kegiatan industri.
Kondisi tersebut tentu dapat menimbulkan kerugian waktu maupun biaya. Karena itu, keterbukaan informasi mengenai kawasan yang dapat berkembang menjadi salah satu nilai penting dari platform investasi ini.
Melalui informasi tata ruang yang lebih mudah terjangkau, investor dapat melakukan pertimbangan sejak tahap awal. Aplikasi Batang InvesTA ini sekaligus membantu menciptakan hubungan yang lebih transparan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha.
Transformasi layanan investasi tersebut hadir ketika aktivitas penanaman modal di Batang menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah Kabupaten Batang mencatat realisasi investasi semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp7 triliun.
Pertumbuhan investasi juga memberikan pengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran kawasan industri membuka peluang kerja, meningkatkan kegiatan perdagangan, serta memberikan dampak terhadap sektor jasa dan pendukung lainnya.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang tercatat sebesar 7,79 persen secara year-on-year. Sementara itu, nilai ekspor daerah mencapai 378,24 juta dolar AS, meningkat 153,17 persen daripada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Mengenal Layanan PAS Aplikasi OVO, Solusi Kebutuhan Finansial yang Praktis
Angka tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan industri tidak hanya berkaitan dengan masuknya modal, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi daerah secara lebih luas.
Digitalisasi Membuka Peluang Investasi Lebih Transparan
Keunggulan lain dari layanan digital terletak pada kemudahan memperoleh informasi secara mandiri. Investor tidak harus mengandalkan komunikasi tatap muka untuk mengetahui gambaran awal mengenai peluang investasi Kota Batang.
Pemerintah daerah juga menargetkan penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) seluruh kecamatan pada 2027. Jika target tersebut terealisasi dan terintegrasi dengan sistem digital, proses administrasi tata ruang berpotensi berjalan semakin efisien.
Selain mempercepat layanan, Aplikasi Batang InvesTA juga dapat meningkatkan transparansi. Informasi yang tersedia secara terbuka membuat calon investor memiliki dasar lebih jelas sebelum menentukan lokasi maupun jenis usaha.
Tetap Menjaga Keseimbangan Industri dan Pertanian
Pengembangan investasi Kota Batang berjalan beriringan dengan perhatian terhadap perlindungan lahan pertanian. Pemerintah daerah menyebut Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tetap menjadi bagian penting dalam kebijakan tata ruang.
Pemkab Batang juga mendorong keseimbangan antara industri padat modal dan padat karya. Strategi tersebut penting agar investasi tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Program penyiapan tenaga kerja menjadi salah satu pendukung agar kebutuhan industri dapat bertemu dengan ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai.
Baca Juga: Aplikasi Wakaf Legislator Indonesia (WALI) Resmi Rilis, Komisi VIII DPR RI Setor Rp100 Juta
Kehadiran Aplikasi Batang InvesTA menunjukkan arah baru pelayanan investasi yang lebih praktis, transparan, dan berbasis data. Investor dapat memperoleh gambaran mengenai potensi lokasi dan informasi investasi sebelum mengambil keputusan, sehingga risiko kesalahan dalam perencanaan dapat pemerintah tekan. Pada akhirnya, Aplikasi Batang InvesTA tidak hanya menjadi sarana digital, tetapi juga bagian dari strategi Kabupaten Batang dalam membangun iklim investasi yang efisien sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat. (R10/HR-Online)

2 hours ago
9

















































