harapanrakyat.com,- Pemprov Jabar menekankan pentingnya pembenahan jaringan kelistrikan serta pelatihan penanganan kebakaran skala komunitas di kampung adat, terutama yang sudah menggunakan alat-alat modern.
Baca juga: Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Sukabumi Matangkan Skema Bantuan Rekonstruksi Kampung Adat Ciptamulya
Langkah ini untuk mencegah mencegah berulangnya musibah kebakaran seperti di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, akibat korsleting arus pendek.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Ade Afriandi mengatakan, berdasarkan hasil komunikasi awal dengan sesepuh adat, dugaan kuat pemicu utama kobaran api berasal dari korsleting listrik.
Meskipun arsitektur rumah di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya memiliki kearifan lokal menggunakan tungku untuk memasak, mereka punya langkah antisipasi kebakaran.
“Walaupun bangunan dari kayu, bambu, dan ijuk, bahkan ada hawu atau kayu bakar, antisipasi kebakaran itu selalu ada. Dugaan penyebab kebakaran bukan karena itu, tapi korsleting listrik,” kata.
Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat mendorong agar jaringan listrik di pemukiman adat dilakukan oleh tenaga ahli yang kompeten. Sehingga, proses rehabilitasi rumah dam fasilitas sosial di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya harus berjalan seiring dengan pembangunan jaringan listrik yang aman.
“Saat merehabilitasi kawasan kampung adat, kami juga harus memikirkan pembangunan jaringan listriknya. Pemasangan jalur arus listrik wajib melibatkan pihak yang kompeten seperti PLN agar tidak asal menyambung,” ujarnya.
Dorong Pelatihan Penanganan Kebakaran Skala Komunitas
Selain penataan jaringan listrik, Pemprov Jawa Barat juga menyoroti kerentanan geografis kampung adat yang jauh dari jangkauan pos pemadam kebakaran. Oleh karena itu, koordinasi bersama BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) terus ditingkatkan untuk memitigasi risiko kebakaran di area pemukiman tradisional.
Salah satu solusi yang bisa dilakukan yaitu, pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta pembentukan tim pemadam kebakaran berbasis komunitas.
Keberadaan fasilitas ini diharapkan membuat masyarakat adat mampu melakukan tindakan pemadaman awal secara cepat saat titik api pertama kali muncul.
“Terkait penanganan tercepat jika terjadi kebakaran, kami berkoordinasi dengan BPBD dan Damkar. Ke depan bisa diprogramkan penanganan kebakaran tingkat komunitas minimal untuk penanggulangan awal di pemukiman adat,” tuturnya. (Reza/R6/HR-Online)

3 hours ago
2

















































