harapanrakyat.com,- Pemerintah Kota Bandung memberikan perhatian penuh terhadap maraknya praktik judi online (judol) yang menjerat warga di Kecamatan Bojongloa Kaler.
Mengingat, Bojongloa Kaler masuk dalam daftar 10 besar wilayah dengan jumlah pemain judi online tertinggi di Indonesia berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan keprihatinannya atas temuan data PPATK.
Ia pun menginstruksikan jajaran kewilayahan, mulai dari camat hingga lurah, untuk memperketat pengawasan serta mendampingi masyarakat yang terjerat aktivitas judol.
“Sangat prihatin, saya menaruh perhatian khusus. Mereka yang terjerat judol dan pinjol (pinjaman online) menengah ke bawah, itu dari profiling,” kata Farhan dikutip Selasa (21/7/2026).
### **Tangani Pecandu Lewat Pendekatan Keluarga dan Komdigi**
Farhan menilai bahwa jeratan judi online memicu efek ketagihan secara psikologis dan sering kali mendorong korbannya untuk nekat mengambil pinjaman online (pinjol).
Baca Juga: Desa Hantu Cicadas: Ikon Wisata Horor Baru yang Menggerakkan Ekonomi Kreatif Bandung
Oleh karena itu, Pemkot Bandung mengategorikan para pecandu judi online sebagai korban yang memerlukan penanganan khusus, serupa dengan pola pemulihan pada kasus kecanduan narkoba.
“Judol ini bisa membuat orang nekat pinjol, karena pengaruh psikologis lantaran ketagihan. Pendekatannya melalui keluarga, karena ini kecanduan. Jadi penanganannya seperti korban penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Farhan pun akan mengoptimalkan peran pokja kampung untuk menekan laju kecanduan masyarakat terhadap judol.
Selain itu, Pemkot Bandung bakal memperkuat sinergi teknis bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Kami maksimalkan pokja kampung. Saat ini saya sedang berupaya dan berdiskusi dengan Kementerian Komdigi,” ucapnya.
Berdasarkan laporan PPATK, Kecamatan Bojongloa Kaler mencatatkan sebanyak 5.090 pemain judi online. Angka itu menempatkan Bojongloa Kaler menjadi kecamatan ke seluruh dengan pemain judol terbesar di Indonesia pada 2025.
Urutan pertama pemain judol berada di Kecamatan Cengkareng di Jakarta Barat, tercatat ada 21.497 pemain judol.
Baca Juga: Tagih Utang Rp200 Ribu Berujung Maut, Seorang Pria Tewas Ditusuk di Batununggal Bandung
Lalu Kecamatan Cakung di Jakarta Timur, tercatat ada 14.664 pemain judol, Kecamatan Tanjung Priok di Jakarta Utara (13.769), dan Kecamatan Kebayoran Lama di Jakarta Selatan (9.948). Selanjutnya, Kecamatan Bekasi Utara di Kota Bekasi (7.793), Kecamatan Cibinong di Bogor (7.033), Kecamatan Pasar Kemis di Kabupaten Tangerang (6.647), Kecamatan Cipondoh di Kota Tangerang (6.463), dan Kecamatan Baleendah di Kabupaten Bandung (5.910). (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

1 day ago
10

















































