harapanrakyat.com,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta jajarannya segera menyiapkan tenaga kerja terampil dari kalangan lulusan SMA dan SMK menyusul pembangunan pabrik alat berat bertenaga listrik (elektrik) di Karawang. Industri baru tersebut diproyeksikan membuka peluang kerja sekaligus memperkuat sektor manufaktur Jawa Barat.
Instruksi itu disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan fasilitas manufaktur LiuGong Machinery Manufacturing Indonesia (LMMI) di kawasan Karawang Artha Industrial Hill (KAIH), Kabupaten Karawang, Selasa (22/7/2026).
Menurut Dedi, kehadiran industri baru harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar. Karena itu, Pemprov Jawa Barat akan mendorong program pelatihan vokasi bagi siswa kelas akhir SMA dan SMK agar siap memasuki dunia kerja saat pabrik mulai beroperasi.
Ia menjelaskan, pelatihan dapat berlangsung selama enam hingga dua belas bulan sehingga lulusan sekolah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan langkah tersebut, warga lokal diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam ekosistem industri yang berkembang.
Dampak Ekonomi Pembangunan Pabrik Alat Berat Elektrik Pertama di Indonesia
Selain membuka kesempatan kerja, Dedi menilai investasi tersebut akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, perputaran ekonomi daerah, hingga kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat.
Di sisi lain, Dedi menekankan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan industri tidak hanya melahirkan pekerja. Tetapi juga berpotensi menciptakan pelaku usaha baru yang mendukung rantai pasok dan kebutuhan industri.
Pemprov Jawa Barat, lanjutnya, berkomitmen menjaga iklim investasi melalui jaminan keamanan, kepastian usaha, serta penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai.
Sebagai informasi, pabrik LMMI yang dibangun di kawasan Indonesia Green Smart Industrial Park tersebut akan dikembangkan dalam tiga tahap. Pada tahap awal, perusahaan akan memproduksi ekskavator dan wheel loader bertenaga listrik dengan kapasitas hingga 5.000 unit per tahun. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2027. (R7/HR-Online/Editor-Ndu)

13 hours ago
7
















































