Dorong Bank Sampah Konsisten, Dedi Mulyadi Kucurkan Bantuan Alat dan Jamin Penyerapan Produk

7 hours ago 2

harapanrakyat.com,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menyiapkan tambahan insentif hingga kucurkan bantuan modal alat kerja bagi kelompok pengelola sampah. Langkah ini agar pengelolaan sampah di masyarakat tidak terhenti akibat kendala pendapatan.

Baca Juga: Usai Sidak KDM, Warga Cipatat Pasang Spanduk: Zona Darurat Polusi, Jangan Lepas Masker!

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menilai, berhentinya program pengelolaan sampah seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di masa lalu, umumnya dipicu oleh hilangnya pendapatan para pengelola. Mereka terpaksa berhenti mengolah sampah karena produk olahan, seperti maggot maupun pupuk organik, tidak terserap pasar secara optimal.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Jabar berkomitmen memberikan tambahan insentif berupa honorarium bulanan. Tambahan insentif ini, bagi para pengelola maggot serta menampung seluruh hasil produksi organiknya.

“Kami dukung kegiatan masyarakat yang bermanfaat bagi mereka. Pengelola maggot di sini (Kelurahan Arcamanik) pendapatan per bulan hanya Rp1,3 juta. Rata-rata tidak bertahan lama, karena tidak ada yang beli produknya. Kami akan subsidi program sampah,  pengelola maggot kami beri tambahan Rp2 juta per bulan. Tapi harus konsisten, dengan catatan seluruh produk organiknya kami tampung,” kata Dedi di Bandung, Jumat (24/07/2026).

Baca Juga: Dorong Keterlibatan Masyarakat, Menko Zulkifli Hasan Yakin Jawa Barat Tuntaskan Masalah Sampah pada 2029

Kucurkan Bantuan Alat Pengolah Briket

Selain memberikan insentif bagi pegiat maggot, Pemprov Jabar juga memberikan suntikan modal kerja secara langsung. Bantuan ini kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang mengoperasikan teknologi pengolahan sampah menjadi briket.

Dedi Mulyadi memastikan bantuan peralatan senilai Rp190 juta akan segera disalurkan tanpa birokrasi yang berbelit-belit. Langkah responsif bertujuan untuk menjaga semangat para pegiat lapangan dalam mengurai penumpukan sampah dari sumbernya.

Penjaminan honorarium dan bantuan sarana pengolahan yang Pemprov Jabar kucurkan, menjadi syarat mutlak. Hal itu agar operasional bank sampah dapat berjalan secara konsisten setiap hari.

Baca Juga: DLH Jawa Barat Geser Pembangunan Tanggul dan Alat Pemadat TPA Sarimukti ke Anggaran 2027

“LPM punya pengelolaan sampah jadi briket, butuh alat Rp190 juta, hari Rabu kami berikan uangnya. Yang seperti ini harus spontan agar mereka tidak menunggu lama. Pengelolanya harus punya honorarium, kalau tidak, orang akan berhenti mengurus sampah tanpa pendapatan,” pungkasnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto) 

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |