harapanrakyat.com,- Nanik S Deyang mundur dari jabatan strategisnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional baru-baru ini. Keputusan mengejutkan tokoh publik ini tentu mengundang banyak pertanyaan dari berbagai kalangan masyarakat luas. Nanik menyatakan sudah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto demi menjalani pengobatan penyakit jantung di media sosial pribadinya.
Baca juga: Kasus Dugaan Penipuan Bermodus MBG, Anggota DPRD Banjar Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Mantan wartawan senior tersebut akan segera melakukan pengobatan intensif ke rumah sakit luar negeri. Ia menegaskan langkah medis ini bukan karena ketidakpercayaannya terhadap kemampuan hebat dokter di Indonesia. Keputusan berat ini murni untuk mendapatkan opini kedua sesuai rekomendasi dari seorang kawan dekatnya.
Alasan Mengapa Nanik S Deyang Memilih Mundur dari BGN
Sebelum pamit, Nanik sempat menceritakan kondisi kesehatan fisiknya yang menurun drastis selama 9 hari. Bahkan ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama satu minggu penuh lamanya. Dokter mendiagnosis adanya sumbatan arteri jantung akibat tingginya kolesterol serta tekanan stres sangat luar biasa.
Tekanan mental ini bermula dari tanggung jawab besar mengelola anggaran negara bernilai triliunan rupiah. Ketakutan akan penyalahgunaan dana negara membuatnya sangat berhati-hati saat mengambil suatu kebijakan. Ia juga mengaku merasa seperti sedang berdiri di tepi jurang curam yang sangat membahayakan nyawanya.
Baca juga: Ribuan Relawan MBG di Garut Kepung Gedung DPRD, Ada 8 Tuntutan Termasuk Perbaikan BGN
Karenanya, setiap penandatanganan dokumen penting harus mendapatkan persetujuan langsung dari dua wakil kepala badan. Karena itu, ia sering merasa tegang hingga badannya panas dingin ketika melihat tumpukan berkas negara. Kekhawatiran berlebihan inilah yang akhirnya membuat kondisi fisiknya semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Tak hanya itu, ia juga mengaku sering mendapatkan teror misterius selama memimpin lembaga baru tersebut. Demi menjaga kesehatan mental, Nanik sampai nekat membuang nomor telepon seluler pribadinya.
Warisan Kepemimpinan Nanik di BGN
Meskipun memimpin sangat singkat, tokoh asal Madiun ini meninggalkan empat warisan fondasi cukup penting. Salah satunya adalah perombakan lima pejabat eselon satu demi memperkuat sistem tata kelola lembaga. Langkah ini secara langsung menggantikan posisi tiga purnawirawan tentara yang sebelumnya menduduki jabatan strategis.
Selain itu, ia juga sukses membentuk 11 tim reformasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program makan gratis. Tim khusus ini bertugas mengkaji efektivitas penyaluran bantuan serta menyempurnakan mekanisme pengadaan barang jasa. Selanjutnya, sasaran penerima manfaat juga mengalami perubahan prioritas menuju kelompok balita dan ibu hamil.
Baca juga: Menko Pangan Ungkap Kebocoran Dana MBG Rp 1 Triliun per Bulan, Ini Penyebabnya!
Presiden telah menyetujui prioritas khusus bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, serta kawasan terluar. Kemudian, Ketua BGN tersebut juga mendorong program gizi ini sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekitar.
Menariknya, pemerintah meminta mantan pemimpin ini tetap mengawasi meski Nanik S Deyang telah mundur. Sementara itu, Prabowo berencana segera membentuk dewan pengawas khusus untuk program pemerintah tersebut. Posisi ketua dewan pengawas itu nantinya akan dijabat langsung oleh tokoh Nanik. (Muhafid/R6/HR-Online)

16 hours ago
12

















































