harapanrakyat.com,- Bencana longsor melanda Desa Sidamulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026), mengakibatkan 1 mobil hancur tertimpa rumpun bambu.
Longsornya tanah tebing terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras. Insiden ini juga memutus akses jalan penghubung antar kabupaten.
Baca Juga: Tanggul Sungai Citalahab Ciamis Kembali Jebol, Warga Diminta Waspada Banjir Susulan
Kronologi Mobil Hancur Tertimpa Rumpun Bambu di Pamarican Ciamis
Musibah ini menimpa mobil Daihatsu Espass milik Rosikin (31), warga Dusun Legokmenol, RT 23 RW 07, Desa Sidamulih. Saat kejadian, kendaraan tersebut sedang terparkir di dalam garasi rumahnya.
Perangkat Desa Sidamulih, Taryana mengatakan, longsor terjadi secara mendadak dari arah tebing di atas bangunan. “Rumpun bambu tersebut roboh dan langsung menimpa bangunan garasi hingga mengenai mobil yang ada di dalamnya,” katanya.
Dampak longsor ini tidak hanya merusak harta benda milik warga, tetapi juga melumpuhkan mobilitas warga secara total. Material tanah dan bambu menutup jalan Angsana-Gunungkelir yang merupakan akses vital penghubung antar-kecamatan dan kabupaten.
Baca Juga: Akses Jalan Pamarican-Langkaplancar Lumpuh Total Akibat Tebing Longsor di Sidamulih Ciamis
Akibat tertutupnya jalur tersebut, kendaraan roda dua maupun roda empat sementara waktu tidak dapat melintas.
“Awalnya pihak desa menerima laporan terkait jalan yang tertutup. Namun, setelah pengecekan di lokasi, ditemukan juga adanya kerusakan pada kendaraan milik warga, yang mana 1 unit mobil hancur tertimpa rumpun bambu,” terang Taryana.
Selain merusak garasi dan mobil, pergerakan tanah di lokasi tersebut menimbulkan kekhawatiran baru. Satu unit rumah milik Ecep Deni (43) kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Karena posisinya sangat terancam oleh potensi material longsor susulan.
Upaya Evakuasi dan Imbauan Cuaca Ekstrem
Hingga saat ini, warga bersama unsur terkait masih berupaya melakukan evakuasi dan pembersihan material secara gotong royong.
Meskipun total kerugian materi belum dapat dipastikan, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
Hal ini karena intensitas curah hujan di wilayah Pamarican dan sekitarnya masih tergolong tinggi, yang berpotensi memicu bencana serupa. (Suherman/R3/HR-Online/Editor: Eva)

9 hours ago
8

















































