Sejarah Pulau Paskah terkenal memiliki misteri besar yang menarik perhatian bagi para peneliti dan sejarawan di seluruh dunia. Di tempat ini, muncul berbagai teori terkait asal-usul penduduk. Bahkan, banyak perdebatan di dalamnya soal pembangunan Moai dan kemunduran peradaban Pulau Paskah yang begitu menarik dalam dunia arkeologi.
Baca Juga: Sejarah Kembang Api, dari Pengusir Roh Jahat hingga Pesta Cahaya yang Mendunia
Menelusuri Sejarah Pulau Paskah dan Kontroversinya
Sebagai informasi, Pulau Paskah terkenal sebagai wilayah dengan banyaknya Moai atau patung-patung besar. Deretan patung di wilayah tersebut berusia lebih dari 400 tahun. Patung ini merupakan pahatan dari batu yang kini berdiri di sepanjang garis pantai.
Asal Usul Pulau Paskah
Perjalanan Pulau Paskah dimulai sejak tahun 1722 silam. Saat itu, seorang penjelajah bernama Jacob Roggeveen dari Belanda berhasil menemukan titik lokasi pulau ini pada hari Paskah. Kemudian, Jacob Roggeveen menamakan pulau tersebut sebagai “Easter Island” yang diambil dari bahasa Inggris.
Kedatangan orang Eropa di Pulau Paskah membawa perubahan besar bagi Rapa Nui dan penduduknya. Di mana, kapal-kapal membawa banyak orang dari berbagai belahan dunia untuk mengunjungi pantai tersebut. Namun, bersama kedatangan mereka juga muncul penyakit dan konflik yang merugikan bagi masyarakat setempat.
Seiring berjalannya waktu, penjelajah Eropa lain, termasuk Spanyol dan Prancis juga mendarat di pulau ini. Mereka ingin mengungkap rahasia di balik patung Moai megah yang tersebar di seluruh lanskap pulau.
Sebagai informasi, Pulau Paskah atau populer disebut Rapa Nui ini berada di Samudra Pasifik yang masih termasuk wilayah Chile. Konon katanya, bangsa Polinesia adalah golongan pertama yang menghuni Pulau Paskah. Masa tersebut berlangsung sekitar abad ke-13 hingga abad ke-16.
Baca Juga: Patung Tertinggi di Dunia dari India Hingga Myanmar
Dalam sejarahnya, bangsa Polinesia berhasil mengembangkan sebuah peradaban unik. Di mana, mereka membangun patung besar bernama Moai. Patung inilah yang akhirnya menjadi simbol khas dari Pulau Paskah.
Legenda Pulau Paskah
Salah satu legenda yang cukup populer dari sejarah Pulau Paskah adalah sebuah kisah dari Hotu Matu’a. Ia adalah seorang pemimpin yang diyakini sebagai sosok pendiri peradaban di Rapa Nui.
Berdasarkan cerita rakyat yang berkembang, Hotu Matu’a datang bersama pengikutnya. Mereka berasal dari sebuah tempat di Polinesia. Kemudian, mereka menetap dan membangun peradaban baru di Pulau Paskah.
Sumber legenda lain menyebutkan bahwa patung Moai sengaja diciptakan khusus untuk menghormati leluhur. Pembangunan patung ini juga diyakini memiliki kekuatan spiritual. Bahkan, masyarakat percaya bahwa kekuatan tersebut bisa melindungi mereka dari berbagai bahaya.
Fakta Menarik dari Pulau Paskah
Sebagai informasi, Pulau Paskah memiliki banyak patung. Tercatat, ada lebih dari 900 Moai yang berdiri di sepanjang pantai dengan posisi menghadap ke arah daratan. Sementara itu, ilmuwan menyebutkan bahwa Moai terbesar di pulau ini memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan berat lebih dari 80 ton.
Selain Moai, Pulau Paskah juga memiliki sistem tulisan kuno unik, yakni Rongorongo. Hingga kini, misteri tulisan tersebut belum sepenuhnya terpecahkan. Ada banyak pertanyaan dari para ahli yang belum bisa menyimpulkan dan memecahkan tulisan tersebut.
Kontroversi di Pulau Paskah
Sejarah Pulau Paskah melibatkan kontroversi besar yang masih menjadi perdebatan dari para ahli. Salah satu kontroversi terbesarnya adalah soal kejatuhan ataupun kehancuran peradaban Rapa Nui. Beberapa ilmuwan memperdebatkan soal penyebab utamanya.
Apakah eksploitasi sumber daya alam berlebihan dari penduduk asli? Atau justru akibat kedatangan bangsa Eropa yang akhirnya membawa penyakit maupun perbudakan. Semuanya masih menjadi perdebatan yang belum terpecahkan bagi para ahli.
Selain itu, beberapa patung Moai juga sudah mengalami kerusakan. Hal ini akibat faktor alam dan pariwisata di lokasi tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran dari para ilmuwan soal konservasi warisan budaya tersebut.
Hingga kini, Pulau Paskah masih tetap menjadi misteri besar dalam konteks sejarah dunia. Adanya peradaban kuno berikut peninggalan uniknya terus menjadi target menarik bagi para arkeolog. Berbagai peninggalan kuno tersebut juga terus menarik perhatian para wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Sejarah Jembatan Bailey, Inovasi Bidang Konstruksi yang Lahir saat Perang Dunia II
Sejarah Pulau Paskah memberikan wawasan berharga soal bagaimana peradaban kuno bisa berkembang dulunya hingga mencapai kejayaan. Sayangnya, sejarah Pulau Paskah ini juga mengalami tantangan besar. Di mana, pera peneliti masih terus berdebat soal apa yang menyebabkan kehancuran penduduknya. (R10/HR-Online)

10 hours ago
6

















































