harapanrakyat.com,- SMAN 13 Bandung menjadi salah satu dari 14 objek sengketa di Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat. SMAN 13 Bandung pun angkat bicara mengenai kronologi rencana penyegelan dari ahli waris Nyi Mas Entjeh Osah pada Senin 9 Februari 2026.
Wakasek Humas SMAN 13 Bandung, Henhen Suhaeni mengatakan, kejadian itu bermula ketika ia menerima kabar dari salah satu satpam mengenai upaya ahli waris menyegel sekolah sekitar pukul 5.30 WIB.
Kemudian, Henhen meminta kebijaksanaan dari kuasa hukum ahli waris untuk tidak melakukan penyegelan. Permintaan itu ia sampaikan agar para pelajar tetap bisa masuk ke sekolah dan mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN 13 Bandung.
Baca Juga: Sengketa Lahan SMAN 13 Bandung Mengancam Keberlangsungan Pendidikan
“Saya kemarin minta kebijaksanaan agar peserta didik tetap bisa masuk ke sekolah. Akhirnya, permintaan itu mereka dengar. Saya sempat bilang, untuk ke depannya langsung ke pimpinan begitu,” kata Henhen, Selasa (10/2/2026).
Setibanya di sekolah, Henhen mendapati SPBU (salah satu objek sengketa) yang berada tak jauh dari SMAN 13 Bandung sudah tertutup seng. Tak lama berselang, kepala sekolah bersama perwakilan KCD Pendidikan Wilayah VII Jawa Barat melakukan pembicara dengan penggugat.
Namun, Henhen tidak mengikuti proses pertemuan itu, karena harus mengurus pekerjaan lain dan menerima tamu.
“Pimpinan dan pihak KCD ada pembicaraan dengan penggugat. Tapi saya enggak begitu nyimak, karena nerima tamu,” ujarnya.
Baca Juga: Serunya Bermain di Snow Wonderland Summarecon Mall, Sensasi Musim Dingin di Tengah Kota Kembang
Penggugat Sempat Memperlihatkan Bukti Kepemilikan, Tidak Berdampak pada KBM SMAN 13 Bandung
Lebih lanjut, Henhen menyebut, pihak penggugat sempat memperlihatkan bukti-bukti yang menyatakan kepemilikan dan mereka sebagai alhi waris yang sah. Namun, bukti-bukti yang mereka perlihatkan tidak berupa fisik tetapi hanya melalui gawai.
“Mereka membuka HP ya, mungkin entah fotok atau file mungkin ya, itu kurang mengetahui,” ucapnya.
Henhen pun memastikan, KBM di sekolah tidak terganggu atas peristiwa yang terjadi kemarin. Ia menyebut kejadian kemarin hanya berdampak pada arus lalu lintas karena terdapat kepadatan kendaraan bermotor.
“KBM aman, Alhamdulillah tidak terganggu. Mungkin kemarin hanya lalu lintas saja, karena Senin juga kemarin,” tuturnya.
Pihak sekolah pun sudah meminta kepada para pelajar agar tetap tenang untuk menyikapi peristiwa yang terjadi tempo hari.
Sebagai informasi, rencana penyegelan SMAN 13 Bandung oleh ahli waris Nyi Mas Entjeh Osah berpegangan pada Putusan Peninjauan Kembali Nomor 653 PK/Pdt.G/ jo Penetapan No.15/Pdt.G/EKS/2015/PUT/PN.Bdg. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

10 hours ago
5

















































