Bear market Bitcoin kembali menjadi sorotan. Kabarnya Bitcoin kini siap mengalami bear market. Bear market sendiri jadi sebuah istilah yang umum di dunia kripto.
Baca Juga: Strategi Investasi Bitcoin Terbaik untuk Pemula, Cek Disini!
Bitcoin merupakan salah satu mata yang kripto yang paling populer dengan nilainya yang tinggi. Sayangnya kini Bitcoin kemungkinan akan mengalami penurunan harga.
Indikasi Kemunculan Bear Market Bitcoin
Dalam investasi kripto, pasti ada istilah-istilah baru yang hanya diketahui oleh para trader.. Salah satunya adalah bear market yang pastinya sudah akrab di telinga para investor kripto. Bear market sendiri adalah kondisi ketika pasar mengalami penurunan harga secara signifikan dan berkepanjangan.
Tanda dari bear market sendiri adalah sentimen negatif di kalangan investor, ketika rasa takut dan pesimisme mendominasi. Penurunan harga dalam bear market umumnya lebih dari 20% dari puncak sebelumnya. Kondisi tersebut bisa berlangsung lama, beberapa minggu, bulan, atau bisa juga tahunan.
Sayangnya kini Bitcoin kembali memunculkan sinyal tekanan pasar. Lantas, bagaimana itu terjadi?
Fase Loss untuk Long-Term Holder Bitcoin
Kemungkinan bear market bitcoin tentu cukup serius. Hal itu lantaran data terbaru menunjukkan bahwa Long-Term Holders (LTH) atau pemegang jangka panjang yang mulai memasuki zona kerugian pertama kalinya sejak 2022.
Kondisi tersebut tentu menjadi perhatian para investor. Bagaimana tidak, siklus sebelumnya menunjukkan pergeseran LTH ke fase rugi bisa memicu percepatan penurunan harga dan meningkatkan tekanan jual di pasar.
Pada tahun 2021, LTH memasuki zona rugi dan membuat momentum penurunan Bitcoin semakin tajam. Kondisi tersebut menjadi awal dari tekanan jual yang agresif, para investor sebelumnya cenderung bertahan mulai kehilangan keyakinan terhadap tren harga.
Untuk kondisi saat, bear market Bitcoin bisa saja kembali karena LTH dalam fase loss atau rugi. Tekanan harga sudah cukup dalam hingga menekan rata-rata biaya beli investor jangka panjang. Masuknya LTH ke fase rugi juga seringkali berkaitan dengan munculnya panic selling. Tekanan jual akhirnya akan meningkat lebih cepat daripada fase koreksi biasa.
Baca Juga: Penghasilan Miner Bitcoin Terus Bertambah Setiap Harinya
Harga Bitcoin Menguat, Analis Tetap Waspadai Ancaman Bear Market
Harga Bitcoin (BTC) naik sekitar 2% pada perdagangan Senin pagi (9/2/2026), menembus level US$ 70.827 seiring kenaikan kapitalisasi pasar kripto global menjadi US$ 2,4 triliun. Meski begitu, sejumlah analis tetap mewaspadai risiko lanjutan bear market. Beberapa altcoin seperti Ethereum dan XRP ikut menguat tipis, sementara BNB, Solana, dan Dogecoin justru terkoreksi.
Analis dari CoinTelegraph menilai reli ini belum cukup kuat menandakan pembalikan tren. Filbfilb dan Tony Severino membandingkan pergerakan BTC dengan pola bearish 2022 dan menilai potensi penurunan masih terbuka. Bahkan, trader BitBull memperkirakan titik terendah Bitcoin bisa terjadi di bawah US$ 50.000 jika fase kapitulasi belum sepenuhnya tercapai.
Hal yang harus Dilakukan Trader
Analis riset investasi Bernstein tetap memandang bullish terhadap Bitcoin meski pasar sedang dalam fase koreksi tajam. Tim Bernstein yang dipimpin oleh Gautam Chhugani menyebut fase ini memangs alah satu bear market terburuk dari sisi harga, namun bukan dari sisi struktur pasar.
Dengan begitu, bagi Bernstein, bear market yang terjadi saat ini lebih mengarah kepada krisis kepercayaan di tengah kondisi makro yang ketat. Namun, kondisi tersebut bukanlah akhir dari tesis investasi jangka panjang.
Tidak ada ledakan sistemik dan relevansi Bitcoin dalam ekosistem digital yang semakin cerdas membuatnya yakin bisa mempertahankan target harga US$ 150.000 di akhir tahun 2025.
Baca Juga: Kapasitas Pasar Kripto Kembali Hijau, Bitcoin Lagi-Lagi Memimpin
Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa penurunan lanjutan bisa terjadi dalam jangka pendek. Jadi, para trader tidak perlu panik dengan bear market bitcoin. Hindari panic selling saat indikasi bear market muncul agar harga tidak turun semakin parah. Pasar kripto sejatinya telah memasuki fase bear lebih lama dari yang disadari banyak pelaku pasar. Namun, kondisi saat ini dinilai lebih sebagai proses penyesuaian alami setelah periode kenaikan panjang, bukan disebabkan oleh krisis struktural yang mengancam fundamental aset kripto. (R10/HR-Online)

11 hours ago
6

















































