harapanrakyat.com,- Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, seiring kemarau panjang yang terjadi sejak Mei 2026.
Berdasarkan laporan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pangandaran kepada Kementerian Sosial RI, sebanyak 7.973 jiwa atau 2.681 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan.
Ketua Tagana Kabupaten Pangandaran Nana Suryana mengatakan, kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih kini terjadi di hampir seluruh wilayah kecamatan.
“Krisis air bersih ini terjadi di sejumlah kecamatan,” kata Nana dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).
Tagana mencatat, sebanyak 22 desa yang tersebar di sembilan dari 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran terdampak kekeringan.
Baca Juga: Rencana Pendirian IAIN Pangandaran Ditolak Tokoh, Pemdes Cikalong dan Bappeda Buka Suara
Kecamatan Cimerak menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak cukup tinggi, yakni 2.561 jiwa yang tersebar di tujuh desa.
Kemudian Kecamatan Cijulang sebanyak 1.197 jiwa di tiga desa dan Kecamatan Parigi sebanyak 1.708 jiwa di tiga desa.
Krisis air bersih juga terjadi di Kecamatan Cigugur yang berdampak terhadap 94 jiwa di satu desa. Selanjutnya Kecamatan Sidamulih sebanyak 574 jiwa di satu desa dan Kecamatan Pangandaran sebanyak 786 jiwa di dua desa.
Sementara itu, Kecamatan Kalipucang tercatat memiliki 2.231 warga terdampak yang tersebar di tiga desa. Kemudian Padaherang sebanyak 225 jiwa di satu desa dan Mangunjaya sebanyak 97 jiwa di satu desa.
Nana mengatakan, Tagana telah melakukan verifikasi dan validasi data warga terdampak kekeringan, termasuk mendata kebutuhan mendesak masyarakat selama bencana tersebut.
“Kemensos telah mendistribusikan paket penjernih air dan enam unit tandon air,” jelasnya.
Selain itu, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan satu unit armada truk tangki air untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak.
Pada Sabtu (15/8/2026), bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 60 ribu liter. Rinciannya, sebanyak 15 ribu liter untuk Kecamatan Cimerak, 5 ribu liter Cijulang, 20 ribu liter Cigugur dan 10 ribu liter Sidamulih.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Pangandaran telah menyalurkan 315 ribu liter air bersih ke sembilan kecamatan yang tersebar di 20 desa.
Baca Juga: Wacana Pendirian IAIN di Pangandaran Dinilai Tergesa-gesa, Tokoh Masyarakat Minta Kajian Ulang
“Penduduk yang sudah terlayani tercatat sebanyak 9.266 warga,” pungkas Nana. (Ala/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

13 hours ago
13

















































