Perlu diketahui bahwa layering pakaian saat naik gunung sangat penting guna membantu tubuh tetap hangat tanpa membuat gerak terasa berat. Saat pendakian, biasanya terjadi perubahan suhu, angin, hujan, dan keringat dalam waktu singkat. Oleh sebab itu, pakaian harus disusun dalam beberapa lapisan dengan fungsi berbeda. Sistem layering ini terdiri dari base layer, mid layer, dan outer layer.
Baca Juga: Ketahui Perbedaan Sweater dan Crewneck agar Tidak Salah
Memulai Layering Pakaian Saat Naik Gunung dari Base Layer
Base layer menjadi lapisan pertama yang langsung menyentuh kulit. Fungsinya ini menyerap dan mengalirkan keringat supaya tubuh tetap kering. Pilih bahan yang cepat kering, seperti polyester atau merino wool. Sebagai pengingat, hindari katun karena bahan ini mudah menyimpan air dan membuat tubuh terasa dingin.
Untuk ukuran base layer sebaiknya pas di tubuh dan tidak terlalu ketat. Cuttingan yang nyaman juga membantu sirkulasi udara sekaligus memudahkan pergerakan. Untuk pendakian aktivitas tinggi, pilih bahan ringan yang punya kemampuan mengatur kelembapan dengan baik.
Selanjutnya, layering pakaian saat naik gunung akan terasa lebih nyaman jika base layer bekerja optimal. Saat tubuh mulai berkeringat, kelembapan segera berpindah dari kulit ke bagian luar kain. Hal ini bisa membantu mengurangi rasa lembap serta dingin ketika berhenti beristirahat.
Pilih Midlayer untuk Menjaga Suhu Tubuh
Selanjutnya ada midlayer yang berfungsi guna menahan panas tubuh. Lapisan ini berada di antara base layer dan outer layer. Bahan fleece, synthetic insulation, dan bulu angsa bisa menjadi pilihan sesuai kondisi pendakian.
Baca Juga: OOTD Kemeja Ala Korea untuk Melengkapi Gaya Fashion
Ketebalan midlayer juga harus sesuai dengan suhu dan intensitas pendakian. Pendakian di wilayah tropis biasanya tidak membutuhkan lapisan yang terlalu tebal. Sebaliknya, suhu rendah justru membutuhkan insulasi lebih baik. Oleh sebab itu, sistem layering memungkinkan lapisan ini dilepas saat tubuh mulai terasa panas.
Layering pakaian saat naik gunung juga bukan berarti memakai pakaian sebanyak mungkin. Pemilihan midlayer yang tepat justru membuat perlengkapan jadi lebih efisien. Pakai bahan ringan dengan kemampuan menghangatkan tubuh sehingga bisa menjaga kenyamanan tanpa menambah beban berlebihan pada ransel.
Outer Layer Melindungi dari Angin dan Hujan
Pakaian saat mendaki terakhir ialah outer layer. Ini menjadi pelindung paling luar dari cuaca di gunung. Biasanya, para pendaki akan memakai jaket waterproof atau windproof sehingga bisa melindungi tubuh dari hujan, angin, dan udara dingin. Pilih jaket dengan sirkulasi udara yang baik agar panas serta uap keringat tetap bisa keluar.
Perlu diingat, saat cuaca cerah, outer layer tidak harus pengguna pakai. Simpan jaket di tempat yang mudah dijangkau supaya bisa segera digunakan saat angin menguat atau hujan turun. Langkah sederhana ini pastinya sangat membantu menjaga suhu tubuh tetap stabil.
Dalam penggunaannya, layering pakaian saat naik gunung perlu mengikuti kondisi medan dan cuaca. Base layer bisa mengelola keringat, midlayer menjaga panas, sedangkan outer layer menghadang cuaca. Melalui kombinasi ketiganya akan membuat tubuh jadi lebih siap menghadapi perubahan kondisi sepanjang pendakian.
Baca Juga: Jumpsuit Celana Pendek, Buat Penampilan Jadi Lucu dan Gemas
Layering pakaian saat naik gunung membutuhkan susunan yang tepat. Ini bukan hanya sekadar menambah jumlah pakaian saja. Penggunaan base layer bisa menjaga tubuh tetap kering, midlayer mempertahankan kehangatan, sementara outer layer melindungi tubuh dari angin serta hujan. Oleh sebab itu, sesuaikan setiap sistem layering pakaian saat naik gunung dengan benar agar terasa lebih nyaman dan aman. (R10/HR-Online)

8 hours ago
10

















































