Viral! Siswi Berkerudung di Garut Dicukur Paksa Guru karena Rambut Diwarnai, Histeris Tak Terima

4 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Sejumlah siswi berkerudung di salah satu SMK Negeri di Garut mendadak viral setelah video mereka histeris usai dirazia rambut beredar di media sosial. Para siswi menangis karena rambutnya dipotong paksa oleh oknum guru setelah mengikuti pelajaran olahraga.

Dalam video yang beredar, terlihat para siswi histeris di dalam kelas. Mereka mengaku tidak terima rambut panjangnya digunting secara paksa saat razia berlangsung.

Baca Juga: Garut Arah Bandung Macet Parah Sejak Pagi hingga Siang, Polisi; Ada Truk Besar yang Patah As Roda

Tindakan tersebut dilakukan karena rambut para siswi diketahui diwarnai, yang dinilai melanggar aturan sekolah. Namun, cara penindakan itu menuai kritik karena dianggap berlebihan, terlebih para siswi mengenakan hijab. Akibat kejadian itu, sejumlah siswi memilih mengadu dan meminta pendampingan hukum.

“Jumlah siswa yang meminta pendampingan ada sekitar 7 sampai 8 orang. Mereka datang ke kampus STAINUS melalui BEM untuk meminta bantuan, lalu kami diminta mendampingi secara hukum,” ujar Asep Muhidin, pendamping hukum siswa, Selasa (5/5/2026).

Ada Belasan Siswi Berkerudung di Garut yang Dipaksa Potong Rambut

Asep menyebut total korban cukur paksa mencapai belasan orang, meski yang saat ini didampinginya berjumlah 7 hingga 8 siswi. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu terjadi setelah jam pelajaran olahraga.

“Informasinya, yang dicukur paksa sekitar belasan siswi, diduga oleh oknum guru BK atas arahan wali kelas. Setelah olahraga, para siswi masuk kelas dengan kerudung, lalu tiba-tiba guru datang membawa gunting dan langsung melakukan razia. Yang disayangkan, siswi yang berhijab diminta membuka kerudungnya, lalu rambutnya diperiksa dan digunting,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Gerebek Pengedar Sabu di Garut, Puluhan Paket Haram Disembunyikan di Dalam Tisu

Ia menilai tindakan tersebut tidak etis. Menurutnya, tanpa pemotongan paksa pun, para siswi kemungkinan akan mengikuti aturan sekolah.

“Ini tidak etis. Siswi memakai hijab, sehingga kondisi rambutnya tidak terlihat. Rambut bagi perempuan adalah mahkota. Jika mereka tidak berhijab, mungkin masih bisa diperdebatkan, tetapi dalam kondisi ini, tindakan tersebut tidak tepat,” tambahnya.

Saat ini, para siswi yang menjadi korban telah mendapatkan pendampingan dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Garut. Mereka menjalani konseling untuk mencegah trauma berkepanjangan.

“Sudah dilakukan komunikasi dengan UPT PPA, dan konseling berlangsung sekitar 2 sampai 3 jam. Namun hasilnya belum bisa disampaikan,” katanya.

Siswi Berkerudung di Garut Dirazia, Guru Sebut Demi Tegakkan Disiplin

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Garut, Nur Fuqon, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut tindakan guru dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kedisiplinan siswa.

“Pemotongan rambut dilakukan karena ada laporan dari wali kelas dan masyarakat terkait siswa yang mewarnai rambut. Guru merasa bertanggung jawab karena selama di sekolah, siswa menjadi tanggung jawab kami,” ujarnya.

Pihak sekolah mengaku telah mengambil langkah penyelesaian secara kekeluargaan. Sekolah telah meminta maaf kepada orang tua dan para siswi, serta berupaya bertanggung jawab atas dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga: Hujan Ekstrem Picu Rumah Ambruk di Malangbong Garut, Penghuni Terpaksa Mengungsi

“Kejadiannya hari Kamis. Sekolah sudah meminta maaf kepada orang tua dan siswi, serta berupaya memperbaiki kondisi rambut yang telah dipotong,” pungkasnya. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |