harapanrakyat.com,- Setelah kunjungan mendadak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke kawasan industri batu kapur di Cipatat, suara warga yang selama ini tertahan kini mulai teriak lewat spanduk-spanduk kritik. Debu kapur yang menebal bak selimut salju nyatanya sudah lama mencekik lingkungan sekitar.
Di sepanjang Jalan Raya Bandung–Cianjur kini terpasang spanduk bertanda tangan Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gampil). Isinya tak berbelit-belit, lugas dan mengena: “Peringatan Keras: Percepat jalanmu, lewati segera kawasan ini kalau tak ingin lebih cepat mati. Ini Zona Lomba Polusi”.
Ada pula yang bertulis, “Anda memasuki zona darurat polusi. Jangan lepas masker, risiko dan nasibmu ditanggung sendiri”.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Sidak Dedi Mulyadi, Disnakertrans Jawa Barat Periksa 11 Pabrik Kapur di Citatah
Warga Cipatat Suarakan Protes Lewat Spanduk
Koordinator Gampil, Yasun Yusron menegaskan, pemasangan ini adalah protes atas penderitaan yang sudah berlangsung puluhan tahun namun tak kunjung ada solusi nyata. Debu halus merasuk ke mana-mana. Atap rumah memutih, tanaman layu tertutup serbuk, dan paru-paru warga jadi yang paling terkena dampak.
“Kondisi di sini sudah tak wajar. Debu terus turun tiap hari tanpa henti, membuat lingkungan seperti diselimuti abu putih. Makanya kami tulis, kawasan ini sudah tak layak huni,” ujar Yasun, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga: Temukan Belasan Pabrik Kapur Ilegal di Cipatat, Dedi Mulyadi Siapkan Skenario Alih Profesi Karyawan
Gampil sendiri merupakan gabungan warga dan ketua RW yang langsung terdampak, mencakup RW 10, 11, 12 Desa Ciburuy, RW 19 Desa Padalarang, hingga RW 1 Gunung Masigit, Cipatat. Sumber masalahnya jelas, aktivitas pabrik pengolahan batu kapur di sekitar pemukiman.
“Kami sudah berkali-kali sampaikan ke pihak berwenang maupun pemilik usaha agar mengurangi debu. Tapi sampai hari ini tak ada perubahan serius. Kami tak melarang mereka berusaha, hanya minta dampak polusinya benar-benar ditangani,” tegasnya.
Baca Juga: DLH Kabupaten Bandung Barat Beri Sanksi Pabrik Pengolahan Batu Kapur di Cipatat
Warga Cipatat minta pemerintah turun tangan, mulai dari mengecek kelayakan mesin pengolahan, memastikan aturan pengendalian debu berjalan. Hingga melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi warga.
“Sudah banyak yang mengeluh sesak napas, gatal-gatal, sampai gangguan pernapasan. Tolong pastikan mereka mendapatkan penanganan. Sekaligus lakukan pemeriksaan medis dan laboratorium untuk memastikan apakah ini dampak langsung dari polusi atau bukan,” pungkas Yasun. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

9 hours ago
8

















































