Tongkang Nautica 22 Pengangkut Batubara Terbalik, Seberapa Besar Dampaknya bagi Laut Pangandaran?

8 hours ago 4

harapanrakyat.com,- Upaya evakuasi kapal tongkang Nautica 22 pengangkut batubara yang mengalami kecelakaan hingga kandas dan terbalik di perairan pesisir Pangandaran, Jawa Barat, tepatnya wilayah Kecamatan Sidamulih, masih terus berlangsung. Namun, proses penanganan di lapangan belum dapat berjalan maksimal akibat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

External Relation PT Trans Logistik Perkasa, Agus Hermawan menjelaskan, faktor alam menjadi tantangan terbesar dalam proses evakuasi kapal beserta penanganan dampak yang ditimbulkan. Menurutnya, insiden tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang berada di luar kendali manusia.

“Cuaca menjadi hambatan utama dalam proses penanganan saat ini. Kejadian ini merupakan musibah yang dipengaruhi kondisi alam yang sulit diprediksi, dan tidak dapat kami kendalikan,” kata Agus di lokasi kejadian, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Kapal Tongkang Batubara Kandas di Pantai Sukaresik Pangandaran, Ternyata Sengaja Didamparkan!

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal Tongkang Nautica 22 sedang menjalankan pelayaran resmi dari Sumatera Selatan menuju PLTU Cilacap, dengan membawa muatan batubara sebanyak 8.109 ton. Akibat kapal terbalik, sebagian muatan tercecer dan masuk ke kawasan perairan sekitar pantai.

Upaya Minimalisir Dampak dari Tongkang Nautica 22 Terbalik di Pangandaran

Sebagai langkah awal untuk meminimalkan dampak lingkungan, perusahaan telah mengerahkan tim guna melakukan pembersihan batubara yang terdampar di area pesisir. Proses tersebut sementara dilakukan secara manual pada titik-titik yang dapat dijangkau petugas.

Baca Juga:  Perahu Nelayan di Garut Terbalik Usai Dihantam Ombak, Evakuasi Penyelamatan Berlangsung Dramatis

“Kami fokus terlebih dahulu pada pengangkatan batu bara yang berada di sekitar pantai. Sementara itu, upaya mitigasi terhadap material yang sudah masuk ke perairan juga terus kami siapkan,” tambah Agus.

Penanganan insiden ini mendapat perhatian dari berbagai instansi pemerintah. Sejumlah lembaga terkait, mulai dari unsur kepolisian, TNI AL, TNI AD, KSOP, hingga kementerian teknis seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup turut terlibat dalam proses pengawasan dan penanganan di lapangan. Bahkan, Bupati Pangandaran juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi kejadian.

Baca Juga: Perahu Dihantam Gelombang di Perairan Mandalajaya Tasikmalaya, Begini Kondisi Nelayan Usai Berenang Sejuah 1 Km

Mengenai potensi dampak terhadap ekosistem laut dan kualitas perairan, Agus menyebut pihak perusahaan menunggu hasil kajian resmi dari instansi yang berwenang. Saat ini, pengambilan sampel air dan pemeriksaan biota laut telah dilakukan oleh tim dari kementerian terkait.

“Analisis lingkungan sedang dilakukan oleh pihak yang berkompeten. Kami akan mengikuti arahan dan rekomendasi yang nantinya dikeluarkan oleh dinas maupun kementerian terkait,” kata Agus Hermawan. (Kiki/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |