harapanrakyat.com,- Sejumlah proyek infrastruktur strategis mulai digelar di Kota Cimahi per Agustus 2026. Dua di antaranya yakni pembangunan Underpass Gatot Subroto serta perbaikan Jembatan Pemkot Cimahi. Kedua proyek ini diperkirakan akan mengubah pola dan memperketat arus lalu lintas. Terutama jalur dari kawasan utara menuju pusat pemerintahan akan terdampak.
Baca juga: Ratusan Warga Melong Cimahi Pasang Plang Rumah Dijual, Protes Pabrik Cokelat
Menyadari potensi itu, Wali Kota Cimahi Ngatiyana langsung mengingatkan seluruh ASN untuk lebih disiplin mengatur waktu. ASN juga diingatkan untuk tidak menunggu kemacetan datang baru bergerak.
“Saya mengimbau Bapak dan Ibu sekalian untuk menyesuaikan waktu keberangkatan. Jangan sampai kondisi jalan yang padat dijadikan alasan untuk terlambat tiba di tempat tugas,” tegasnya, Sabtu (15/8/2026).
Kedisiplinan ASN di Tengah Pengerjaan Proyek Infrastruktur di Cimahi
Menurutnya, kedisiplinan waktu adalah bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab seorang pelayan masyarakat. Adanya pembangunan jalan dan pengalihan arus lalu lintas bukan hal yang tak terduga. Justru, hal ini harus diantisipasi sejak awal dengan berangkat lebih awal, menyesuaikan rute, atau mengatur jadwal perjalanan lebih cermat.
Oleh karena itu, setiap dinas dan perangkat daerah diminta turut mengambil langkah penyesuaian mulai dari mengatur jam kedatangan pegawai. Mereka juga harus menyusun pola kerja yang lebih luwes. Selain itu, dinas perlu memastikan pelayanan di loket tetap berjalan tepat waktu tanpa mengganggu kenyamanan warga yang datang. “Langkah antisipatif ini penting agar pelayanan publik tetap berjalan lancar dan optimal, apa pun kondisi lalu lintas di luar,” ujar Ngatiyana.
Baca juga: Hadapi Kemarau Panjang, Pemkot Cimahi Salurkan Beras Sejahtera untuk 2.227 KPM
Harapannya, ASN justru menjadi contoh bagi masyarakat. Mereka harus menunjukkan bahwa rintangan di jalan tidak boleh menjadi penghalang dalam menjalankan tugas dengan tepat waktu.
“Proyek pembangunan memang bertujuan untuk kemajuan bersama. Namun kemajuan itu harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan bukan dijadikan alasan untuk menurunkan standar kerja,” tutup Ngatiyana.
Pesan intinya sederhana yaitu pembangunan boleh mengubah rute dan memperlambat perjalanan. Namun, hal ini tidak boleh mengubah komitmen untuk hadir tepat waktu dan melayani sepenuh hati. (Juhaeri/R6/HR-Online)

5 hours ago
4

















































