Sebuah petisi daring bertajuk “Kick Argentina Out” muncul ke permukaan, usai laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir pada 7 Juli lalu. Petisi ini secara spesifik menyoroti kinerja wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang dinilai menjadi pusat kontroversi dalam pertandingan tersebut. Hingga kini, petisi ini telah mengumpulkan 310.330 tanda tangan atau 31 persen dari target satu juta pendukung.
Baca Juga: Mesir Tuntut FIFA, Minta Wasit Asal Prancis Dipecat di Piala Dunia 2026
Kemarahan publik ini dipicu oleh kepemimpinan wasit asal Prancis, yang dinilai memberikan keputusan kontroversial dan merugikan pihak Mesir. Dalam deskripsinya, petisi itu menyebut, FIFA dan wasit bersikap bias terhadap Lionel Messi dan Argentina. Sehingga, dianggap tidak adil bagi negara lain untuk bersaing di turnamen.
“Jelas sekali bahwa FIFA dan para wasit berpihak pada Lionel Messi dan Argentina. Mengapa negara-negara lain di dunia harus berkompetisi ketika pemenangnya sudah ditentukan? Singkirkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil kepada semua negara lain,” demikian penjelasan di website Argentina Out.
Baca Juga: Alasan Hossam Hassan Menyilangkan Tangan ke Wasit Saat Argentina Kalahkan Mesir
Rangkaian Keputusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
Laga tersebut sendiri berakhir dengan kemenangan Argentina dengan skor 3-2, meski Mesir sempat unggul 2-0 lebih dulu. Kekalahan menyakitkan itu terjadi, setelah serangkaian keputusan VAR yang mengundang kontroversi sepanjang pertandingan.
Salah satu momen yang disorot adalah dianulirnya gol Mostafa Ziko lewat tinjauan VAR. Wasit menilai ada pelanggaran saat Marwan Attia menarik kaus Lisandro Martinez di area pertahanan pada awal proses terjadinya gol, meski kontak tersebut dinilai minim oleh sejumlah pandit sepak bola.
Selain itu, klaim penalti Mesir juga diabaikan wasit Francois Letexier. Pada masa injury time, Mohamed Salah sempat terjatuh oleh Julian Alvarez di kotak penalti. Namun wasit menilai insiden itu sebagai kontak yang wajar, dan tidak meninjau VAR secara mendalam.
Kontroversi lain muncul jelang gol kemenangan Argentina. Sesaat sebelum Enzo Fernandez mencetak gol penentu di menit 90+3, pemain Mesir Hamdy Fathy mengklaim kausnya ditarik oleh Alexis Mac Allister. Insiden tersebut dibiarkan berlalu tanpa peninjauan wasit.
Kepemimpinan wasit Francois Letexier turut memicu reaksi dari penggemar sepak bola di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagian suporter Tanah Air masih mengingat keputusan kontroversial Letexier, saat memimpin laga Timnas U-23 Indonesia melawan Guinea di ajang kualifikasi Olimpiade Paris.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, turut menyampaikan kekecewaannya dalam konferensi pers usai pertandingan. Hassan menyebut timnya telah dicurangi selama laga berlangsung.
Baca Juga: Siapa Ruben Vargas? Pahlawan Swiss yang Bikin Kolombia Tersingkir di Piala Dunia 2026
Sebagai buntut dari insiden tersebut, Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi melayangkan pengaduan kepada FIFA. EFA menuntut adanya investigasi terhadap kepemimpinan wasit Francois Letexier, yang dianggap menguntungkan Argentina selaku juara bertahan Piala Dunia. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

8 hours ago
7

















































