harapanrakyat.com,- Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Kota Tasikmalaya menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas KBGO (Kekerasan Berbasis Gender Online). Pada Kamis (9/7/2026), para aktivis mahasiswa ini mendatangi Kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya untuk mengawal kader yang diduga menjadi korban KBGO.
Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk advokasi serta upaya menciptakan ruang aman bagi perempuan dari ancaman digital yang kian marak.
Dampak Psikologis Korban KBGO Sangat Nyata
Baca Juga: Putus Rantai Kasus Kekerasan Perempuan! Pemprov Gencarkan Gerakan Jabar Cekas dan Puspaga
Ketua KOPRI Kota Tasikmalaya, Layla Safitri menegaskan, KBGO bukanlah persoalan sepele. Meski terjadi di ranah digital atau balik layar gawai, efek yang ditimbulkan bagi korban sangat mengerikan di kehidupan nyata.
“Dampak sosial, psikologis, hingga ancaman keselamatan yang korban alami tidak berbeda jauh dengan kekerasan fisik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pendampingan melalui lembaga resmi seperti UPTD PPA sangat krusial untuk memulihkan hak korban KBGO dan mencari keadilan hukum.
Menanggapi aduan tersebut, Kepala UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana, menyambut baik langkah progresif KOPRI. Namun, ia memberikan catatan penting terkait prosedur pelaporan kasus digital agar tidak menjadi bumerang bagi pelapor.
Baca Juga: Fakta Baru Terungkap, Korban Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Ternyata 20 Mahasiswa dan 7 Dosen
Epi menekankan pentingnya data autentik yang jelas (siapa, berbuat apa, dan dari mana) mengingat adanya aturan ketat dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Kita jangan sampai blunder saat menyodorkan ajuan. Data autentiknya harus jelas agar proses hukum tidak berbalik merugikan korban atau organisasi yang mendampingi,” tegas Epi.
Ia menjelaskan, ketidaksesuaian bukti berisiko mengubah status pelapor menjadi terduga pelaku di mata hukum.
Apresiasi untuk ‘Kopri Care’ sebagai Posko Pendampingan
Meski meminta kehati-hatian, pihak UPTD PPA memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kopri Care, sebuah posko pendampingan yang diinisiasi oleh Layla Safitri dan jajaran pengurus KOPRI.
Baca Juga: KOPRI Tasikmalaya Soroti Grooming dan Eksploitasi Anak di Platform Digital
Epi Mulyana menilai Kopri Care telah memberikan dampak nyata, baik secara internal bagi organisasi maupun eksternal bagi masyarakat luas. Ia berharap lembaga ini terus memperkuat kapasitasnya dalam melakukan edukasi publik di Kota Tasikmalaya.
“Harapannya, masyarakat tidak segan untuk bergabung dengan Kopri Care sebagai wadah edukasi dan pendampingan layanan hukum bagi masyarakat di Kota Tasikmalaya,” pungkasnya. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

2 hours ago
5

















































