harapanrakyat.com,- Ruang publik di kawasan pusat Pemerintahan Jawa Barat mulai mengalami perubahan signifikan. Hal ini terjadi seiring dengan berjalannya proyek penataan Halaman Depan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu. Bangunan Perpustakaan Gasibu yang selama ini menjadi salah satu spot membaca favorit masyarakat kini sudah rata dengan tanah.
Baca juga: Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Ditutup Sampai September 2026, Ini Alternatifnya
Fasilitas literasi itu merupakan aset Biro Umum Setda Pemprov Jabar. Keberadaan Perpustakaan Gasibu tergusur lantaran masuk dalam zonasi cetak biru penataan ulang ruang terbuka di jantung Kota Bandung.
Pengosongan Lahan Demi Optimalisasi Fungsi Ruang Terbuka
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Kusmana Hartadji membenarkan adanya langkah pembongkaran fisik pembongkaran Perpustakaan Gasibu.
Namun, pihaknya menggaransi kebijakan ini murni demi kebutuhan penataan fungsi tata ruang publik agar lebih optimal, nyaman, dan terintegrasi secara proporsional. Selain itu, “Ini bagian dari penataan ruang publik agar peruntukannya jauh lebih optimal dan nyaman,” kata Kusmana, Jumat (10/7/2026).
Pemprov Jabar menegaskan tidak sedang mengesampingkan pemenuhan kebutuhan literasi masyarakat di area Gasibu. Dispusipda bersama Biro Umum Setda Jawa Barat tengah mematangkan kajian mengenai penempatan tata letak fasilitas membaca baru. Tata letak ini nantinya akan selaras dengan lanskap modern Gedung Sate setelah renovasi. “Kami koordinasi dan mengkaji dengan Biro Umum untuk menempatkan pembagian ruang baru secara proporsional,” ujarnya.
Baca juga: Target Revitalisasi Gedung Sate dan Gasibu, Sekda Jabar: Harus Sesuai Spek!
Lebih lanjut, Kusmana menyebut, Perpustakaan Gasibu memang memiliki nilai historis dan kedekatan emosional bagi warga. Berdasarkan catatan Dispusipda Jawa Barat, rata-rata kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Gasibu mencapai 1.000 pengunjung per bulan.
“Perpustakaan ini punya nilai historis dan kedekatan emosional tersendiri bagi warga. Terutama saat akhir pekan, di mana angka kunjungan rata-rata bisa menembus seribu pemustaka per bulan,” ucapnya.
Imbauan untuk Masyarakat Selama Masa Transisi
Kusmana menuturkan, secara administratif bangunan di kawasan Gasibu merupakan sebagai perpustakaan khusus. Seluruh aset fisik merupakan milik Biro Umum Setda Jawa Barat. Adapun Dispusipda murni memegang kendali operasional layanan dan penugasan personel pustakawan.
“Aset milik Biro Umum, kami hanya melakukan pengelolaan serta menempatkan petugas. Jadi pengunjung hanya membaca di tempat, tidak boleh meminjam untuk dibawa pulang,” tuturnya.
Baca juga: Pemprov Jawa Barat Sulap Sampah Gedung Sate Jadi Briket untuk Energi Industri
Selama masa transisi pembangunan infrastruktur ini berjalan, masyarakat diimbau untuk mengalihkan aktivitas membaca ke sejumlah fasilitas alternatif.
Warga dapat mengakses layanan langsung di Gedung Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Barat di Jalan Kawaluyaan. Selain itu, mereka dapat memanfaatkan jaringan perpustakaan daerah milik Pemerintah Kota Bandung. Atau, warga bisa juga mengajukan permohonan unit bus perpustakaan keliling untuk aktivitas literasi berbasis komunitas. (Reza/R6/HR-Online)

4 hours ago
2

















































