Persija Masih Tahap ‘Under Construction’, Persib Sudah Geber Mesin Siap Cetak Rekor Quattrick Juara Liga 1

1 day ago 17

Lompatan taktis Igor Tolic dan kestabilan core Persib Bandung tidak hanya siap mencetak rekor quattrick juara Liga 1. Namun juga, diprediksi bikin Persija kelimpungan. Hal ini mengingat proyek rebuild Shin Tae-yong (STY) pada tubuh Macan Kemayoran masih dalam tahap cetak biru.

Baca Juga: Persib Buka Peluang Tambah Pemain Baru, Igor Tolic Singgung Kans Datangkan Luka Modric di Musim 2026-2027

Pemerhati sepak bola sekaligus Sekjen BOBOKO (Bobotoh Kolot) Distrik Kuningan, Erix Exvrayanto, memprediksi peta persaingan musim 2026/2027 masih akan didominasi Persib Bandung. Sementara Persija Jakarta dinilai belum siap berduel head-to-head di panggung perburuan gelar.

Erix mengatakan, Maung Bandung datang dengan possession-based game yang makin solid, dan hanya menyuntikkan sedikit modul profile pemain asing baru ke dalam core unit yang sudah mapan. Sedangkan Persija justru melakukan reset total pada sistem permainan mereka.

“Kedatangan STY sebagai juru taktik anyar memang mendongkrak profil Macan Kemayoran. Tetapi memindahkan filosofi high-intensity pressing dari panggung Timnas ke dinamika kompetisi maraton klub Liga 1, membutuhkan fase adaptasi yang cukup menyita waktu,” ujar Bobotoh dari Kuningan ini, Minggu (30/8/2026).

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan transisi di kubu Persib yang tengah membidik quattrick juara Liga 1. Penunjukan Igor Tolic sebagai juru taktik utama menjamin keberlanjutan game plan era Bojan Hodak. Seperti yang terbukti saat ia memimpin tactical masterclass kala menumbangkan PSM Makassar musim lalu.

Erix menggarisbawahi, bahwa squad building tidak bisa dipangkas lewat shortcut instan. Oleh karena itu, menargetkan trofi untuk Persija di fase awal renovasi taktik jelas tidak realistis.

“Bahkan rekor hattrick juara milik Persib merupakan hasil dari proses sistematis yang dibangun bertahap melalui fondasi locker room dan kestabilan chemistry antar lini,” sahutnya.

Baca Juga: Peta Liga 1 Musim 2026-2027, Persib Kejar Sejarah Quattrick Juara tapi Diadang Skema Mewah Klub Rival

Tantangan Persib untuk Mengunci Quattrick Juara Liga 1

Lebih dalam lagi dituturkan Erix, secara teknis, tim yang merombak total struktur pelatih, staf analitik, hingga starting eleven seperti Persija, membutuhkan masa transisi minimal setengah musim. Hal ini diperlukan hanya untuk menemukan tactical balance dan struktur transisi yang ideal.

Persib memegang keunggulan head start karena otomatisasi pergerakan pemain di lapangan sudah terbentuk. Sehingga, amunisi anyar tinggal masuk ke dalam sistem tanpa perlu membongkar pola dasar.

Dengan supremasi tiga gelar beruntun, mentalitas bertanding serta keandalan game management Pangeran Biru di laga-laga bertekanan tinggi sudah teruji sepenuhnya. Ini telah terbukti untuk level domestik.

Tantangan terbesar Igor Tolic kini bergeser ke area squad rotation dan workload management. Mengingat Persib harus membagi fokus secara intensif di Super League, ASEAN Shopee Cup, ACL, hingga helatan Piala Liga 1.

“Apabila Persib mampu menjaga konsistensi fisik dan kedalaman skuad hingga mengunci quattrick juara Liga 1, Maung Bandung tentu mengukir rekor unprecedented legacy yang hampir mustahil dikejar rival mana pun,” tandas Sekjen BOBOKO Kuningan.

Baca Juga: Kejar Target Baru, Persib Siap Quattrick untuk Super League 2026/2027

Meski demikian, sorotan utama kini tak cuma tertuju pada trofi lokal atau mengunci quattrick juara Liga 1. Melainkan seberapa jauh peta taktis Persib sanggup bersaing di Asian Champions League. Hal itu demi mengerek co-efficient Liga 1 di pemeringkatan klub Asia. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |