Pemakzulan Kades Wanakerta Garut Masuk Babak Baru, Apdesi Dorong Mediasi dengan Warga

17 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Upaya pemakzulan Kepala Desa (Kades) Wanakerta, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memasuki babak baru. Pemerintah Kecamatan Cibatu bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Cibatu mendorong mediasi antara forum masyarakat dengan Kades Wanakerta.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencari jalan keluar secara kekeluargaan, sehingga tuntutan pemakzulan Kepala Desa Ii Sunarkawan tidak berlanjut ke Bupati Garut maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Mediasi tersebut berlangsung di Aula Kecamatan Cibatu pada Minggu (9/8/2026). Pertemuan itu menjadi tindak lanjut dari audiensi forum masyarakat Desa Wanakerta yang sebelumnya digelar pada 4 Agustus 2026.

Ketua Apdesi Kecamatan Cibatu, Tatan Asmara, mengatakan pihaknya berupaya memberikan ruang bagi masyarakat dan kepala desa untuk menyelesaikan persoalan di tingkat desa.

Menurutnya, pemakzulan kepala desa akan menjadi catatan kurang baik bagi Desa Wanakerta. Karena itu, Apdesi memilih mendorong jalur mediasi sebelum persoalan tersebut berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi.

“Setelah musyawarah bersama masyarakat, kita akan berupaya melakukan negosiasi dengan pak lurah. Ketika masyarakat menginginkan permintaan maaf secara terbuka oleh kepala desanya, maka itu tentu akan segera dijadwalkan, agar persoalan ini selesai di tingkat bawah dan tidak melebar ke mana-mana,” ujar Tatan.

Sebelum membahas substansi persoalan, forum tersebut sempat diwarnai kritik masyarakat terhadap kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wanakerta.

Baca Juga: Modus Toko Kelontong di Garut Terbongkar, Polsek Cibatu Sita Ratusan Botol Miras

Apdesi Minta Warga Pertimbangkan Rencana Pemakzulan Kades Wanakerta

Ketua dan anggota BPD kemudian menyampaikan jawaban sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat. Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas pelaksanaan tugas mereka sebagai wakil masyarakat.

“Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Wanakerta, tidak bisa menjalankan tupoksi sebagaimana mestinya. Saya bersama ketua dan anggota yang lain merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap pemerintahan desa, namun banyak aspirasi masyarakat masih belum dapat terealisasi dengan sempurna. Dengan kerendahan hati, beribu kata maaf,” kata Agus Suhendar, anggota BPD Wanakerta bidang kemasyarakatan.

Permohonan maaf tersebut akhirnya diterima masyarakat yang hadir dalam pertemuan. Kondisi itu turut membuka ruang bagi upaya penyelesaian persoalan antara masyarakat dan pemerintah desa.

Apdesi kemudian meminta masyarakat mempertimbangkan kembali rencana pemakzulan agar tidak berdampak terhadap keberlangsungan pemerintahan Desa Wanakerta.

Namun, perwakilan forum masyarakat Desa Wanakerta menegaskan, upaya islah tidak boleh hanya bersifat simbolis. Warga menginginkan berbagai persoalan yang selama ini dipersoalkan dapat diselesaikan oleh pemerintah desa.

Baca Juga: Geger! Jasad Bayi Terapung di Selokan Garut, Diduga Korban Praktek Aborsi

Persoalan di Desa Wanakerta Garut

Perwakilan masyarakat, Jajang, menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian warga. Di antaranya pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2022, 2023 dan 2024, pengisian jabatan sekretaris desa yang masih kosong, serta rekrutmen perangkat desa.

“Meminta kepala desa menyelesaikan berbagai persoalan, seperti pelunasan PBB tahun 2022, 2023 dan 2024. Pengisian sekretaris desa yang kosong, rekrutmen perangkat desa yang sudah lama kosong, dan keterbukaan pengelolaan carik desa yang disewa dapur MBG,” jelas Jajang.

Dengan adanya ruang mediasi tersebut, rencana islah antara Kepala Desa Wanakerta dan forum masyarakat mendapat peluang untuk dilakukan.

Masyarakat disebut tidak mengajukan banyak tuntutan. Mereka meminta Kepala Desa Ii Sunarkawan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di hadapan forum masyarakat, menyelesaikan sejumlah persoalan yang dipertanyakan, serta melakukan evaluasi dan perbaikan kinerja pemerintahan desa bersama BPD.

Baca Juga: BPD Resmi Ajukan Pemakzulan Kades Wanakerta ke DPMD Garut, Buntut Mosi Tidak Percaya Warga

Jika kesepakatan dapat tercapai, tuntutan pemakzulan Kades Wanakerta diharapkan tidak berlanjut dan persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah di tingkat desa. (Pikpik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |