Kemarau Berdampak, Pemkab Pangandaran Optimalkan Pompanisasi di Padaherang dan Mangunjaya

1 day ago 11

harapanrakyat.com,- Kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mulai memengaruhi ketersediaan sumber daya air di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran. Kondisi tersebut mendorong Pemkab Pangandaran memperkuat penanganan, dengan mengoptimalkan pompanisasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah yang terdampak kekeringan.

Baca Juga: Hadapi Ancaman Kemarau Panjang, Kementerian PU Optimalkan Ribuan Sumur Bor dan Ratusan Bendungan

Upaya penanganan dilakukan Pemkab Pangandaran bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sejumlah wilayah yang mengalami persoalan ketersediaan air kini menjadi perhatian, terutama Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUTRPRKP) Kabupaten Pangandaran, Indra mengatakan, mengoptimalkan pompanisasi menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk mengurangi dampak kekeringan.

“Kami kerja sama dengan BBWS Citanduy untuk mengadakan pompanisasi. Langkah ini guna menanggulangi dampak kekeringan,” kata Indra, Sabtu (8/8/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan lapangan, penanganan darurat saat ini difokuskan pada dua wilayah utama. Yakni Kecamatan Padaherang, dengan titik berat di Desa Ciganjeng, serta Kecamatan Mangunjaya yang juga melaporkan penurunan debit air.

Indra menjelaskan, penanganan di Mangunjaya tidak hanya menjadi kewenangan Pemkab Pangandaran. Sejumlah jaringan sumber daya air di kawasan tersebut berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Cintanagara Garut, Ratusan Warga Terdampak Antre Bawa Jerigen hingga Malam

Karena itu, Pemkab Pangandaran telah melakukan koordinasi dengan bidang SDA Provinsi Jawa Barat melalui UPTD yang menangani wilayah sekitar Citanduy. “Hasil koordinasi, SDA Provinsi sudah menurunkan satu unit pompa di daerah Mangunjaya,” ucap Indra.

Meski demikian, keberadaan satu unit pompa tersebut belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan di lapangan. Pemkab Pangandaran masih mengupayakan tambahan sarana pompanisasi agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara maksimal.

“Untuk kekurangannya kami sedang berusaha dan berupaya untuk berkoordinasi lagi dengan SDA Provinsi,” papar Indra.

Ia menyebut, penanganan kekeringan di Padaherang dan Mangunjaya saat ini dilakukan secara bersama-sama. Antara lain oleh Pemkab Pangandaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan BBWS Citanduy sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“SDA dan BBWS Citanduy sedang menangani dampak kekeringan di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Mangunjaya,” ucapnya.

Kondisi Irigasi Kabupaten Aman

Di sisi lain, Indra memastikan jaringan irigasi yang menjadi kewenangan Pemkab Pangandaran sejauh ini masih dalam kondisi relatif aman. Salah satu faktor yang mendukung kondisi tersebut adalah sebagian besar lahan pertanian di Kabupaten Pangandaran telah memasuki masa panen.

Baca Juga: Pematangan Lahan Relokasi Eks PW Pangandaran Butuh Rp 13 Miliar, Dinas PUPRTRKP; Dilakukan Bertahap

Dengan kondisi tersebut, persoalan yang kini menjadi fokus penanganan lebih banyak berkaitan dengan ketersediaan sumber daya air. Terutama, pada jaringan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan BBWS Citanduy. (Kiki/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |